Visual alami dan sinematografi puitis menjadi kontras menawan dibanding film-film blockbuster dalam nominasi tahun ini.
4. Frankenstein (Guillermo del Toro)

Guillermo del Toro mewujudkan proyek impiannya selama tiga dekade melalui adaptasi Frankenstein yang sangat personal.
Alih-alih horor konvensional, film ini menyoroti drama keluarga dan kemanusiaan dari sosok monster yang tragis.
Jacob Elordi menghadirkan interpretasi baru yang emosional, memperluas empati penonton terhadap karakter ikonik tersebut.
Desain produksi gotik khas Del Toro menjadikan film ini pengalaman visual yang indah sekaligus menyayat hati.
5. Bugonia (Yorgos Lanthimos)

Yorgos Lanthimos kembali dengan black comedy provokatif yang menyoroti paranoia dan obsesi konspirasi dunia digital modern.
Tema yang diangkat terasa relevan, mencerminkan kecemasan kolektif masyarakat terhadap informasi dan kekuasaan tersembunyi.
Reuni Emma Stone dan Jesse Plemons menciptakan chemistry aneh namun efektif memperkuat nuansa absurd film.
Gaya penyutradaraan eksentrik Lanthimos menjadikan Bugonia kandidat unik dalam persaingan Best Picture Oscar 2026.
Baca Juga: Daftar Nominasi Oscar 2026, Sinners Cetak Sejarah dengan 16 Nominasi
6. Marty Supreme (Josh Safdie)

Josh Safdie kembali menyutradarai solo dengan energi liar yang menghidupkan kisah olahraga tak biasa.
Timothee Chalamet tampil transformatif sebagai pemain pingpong profesional era 1950-an yang obsesif terhadap kesuksesan.
Gaya visual jittery khas Safdie menghadirkan ketegangan tinggi, mengubah pertandingan tenis meja menjadi drama psikologis intens.
Lebih dari film olahraga, Marty Supreme menjadi kritik tajam terhadap ambisi dan harga diri dalam budaya Amerika.
7. F1 (Joseph Kosinski)

Joseph Kosinski kembali membuktikan kepiawaiannya menciptakan tontonan spektakuler setelah kesuksesan Top Gun: Maverick.
Penggunaan kamera asli di mobil Formula 1 memberikan sensasi kecepatan autentik yang belum pernah ada sebelumnya.