- Selebgram Fuji mendatangi Polres Jaksel pada 23 Januari 2026; kasus dugaan penggelapan dana endorsement naik ke penyidikan.
- Modus pelaku, yaitu mantan admin media sosial, adalah mengalihkan dana *endorsement* ke rekening lain tanpa laporan.
- Fuji menempuh jalur pidana penuh untuk mencari hukuman setimpal, bukan sekadar penyelesaian ganti rugi materi.
Adik Fadly Fasial ini mencurigai adanya sindikat atau komplotan di dalam tim kerjanya yang terdiri dari tiga hingga empat orang.
Mereka diduga saling bekerja sama untuk menutupi kecurangan tersebut.
"Walaupun yang aku laporkan satu orang, dia tuh kayak komplotan gitu lho. Jadi ada kerja sama sama tim yang lain. Mungkin tiga, empat orang. Jadi saling nge-backup," ucap Fuji.
Mantan kekasih Thariq Halilintar ini mengaku kecolongan.
Dia merasa sistem manajemennya sudah diperketat setelah kasus sebelumnya.
Namun kepercayaan yang diberikan kembali disalahgunakan oleh orang-orang terdekat di lingkaran kerjanya.
Terkait nominal kerugian, Fuji mengonfirmasi angkanya mencapai miliaran rupiah.
Ironisnya, salah satu pelaku bahkan sempat meminjam uang pribadi kepada Fuji saat aksi penggelapan tersebut sedang berlangsung.
"Kisaran M (miliar) lah. M lagi, M lagi," ujar Fuji.
"Malah sempat minjam duit sama aku. Udah ikut korupsi, minjam duit, aku kasih pula! Duitnya belum dibalikin, korupsi juga enggak dibalikin," imbuhnya dengan nada kesal.
Kejadian berulang ini berdampak signifikan pada kondisi psikologis Fuji.
Dia mengaku mengalami trauma dan krisis kepercayaan yang parah terhadap orang lain.
Bahkan, adik ipar almarhumah Vanessa Angel ini sempat berkonsultasi ke psikiater tahun lalu karena merasa depresi dan mengalami serangan panik.
"Aku kayaknya udah enggak bisa percaya sama orang lagi deh. Teman pun kadang ada boundaries ya sekarang. Ada traumanya," tutur Fuji.
"Sempat enggak nyaman kalau ada di area dekat rumah, gelisah, panik. Aku ngerasa ngelihat semua orang itu jadi beda," tuturnya.
Haji Faisal yang hadir di lokasi menyatakan kekecewaannya.
Dia menyayangkan sikap karyawan yang telah diberi kebebasan namun justru bertindak curang di belakang anaknya.
"Selaku orangtua tentu saya merasa kecewa. Selama ini sudah diberi kebebasan, rupanya mereka main belakang. Tapi alhamdulillah anak saya cepat mengetahuinya dan sekarang kasusnya sudah naik ke tingkat penyidikan," kata Haji Faisal.
Selain orangtua, kakak Fuji, Fadly Faisal, juga tampak hadir mendampingi untuk bertemu penyidik, menunjukkan dukungan penuh keluarga dalam mengawal kasus ini.
Fuji menegaskan tidak akan menempuh jalur perdata atau damai sekadar untuk pengembalian uang.
Dia ingin proses pidana terus berjalan agar pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas kerugian materi dan mental yang dialaminya.
"Kita proses hukum dulu lah. Karena menurut aku ini bukan sekadar duit aja, tapi orangnya jahat sama aku. Sifat mereka tuh udah minus banget. Pengin fokus kasus cepat selesai dan orangnya dapat hukuman korupsi yang lama," tegas Fuji.
Sebagai informasi, kasus ini menambah daftar panjang permasalahan hukum yang dihadapi Fuji dengan karyawannya.
Sebelumnya, Fuji pernah melaporkan mantan manajernya, Batara Ageng atas kasus penggelapan dana senilai Rp1,3 miliar.
Kini, di awal tahun 2026, dia kembali harus berhadapan dengan hukum akibat ulah admin kepercayaannya sendiri.