Suara.com - Duka mendalam atas kepergian Vidi Aldiano masih sangat terasa. Kehilangannya bukan hanya menjadi luka bagi keluarga dan sahabat dekat, melainkan juga bagi publik yang merasa tersentuh oleh karya-karyanya.
Sosoknya yang dikenal sebagai "Duta Persahabatan", mendorong banyak orang untuk memberikan penghormatan terakhir dengan cara mereka masing-masing.
Salah satunya datang dari pemilik akun Instagram @kakang_brigidig. Ia memberikan penghargaan terakhir bagi Vidi melalui sebuah karya seni yang unik dan emosional.
Dalam unggahannya, pria tersebut tampak tekun menyusun potongan kertas dan kardus di atas sebuah meja.
Awalnya, susunan tersebut terlihat acak dan tak beraturan. Namun, ketika cahaya lampu disorotkan dengan sudut yang presisi, bayangan yang terpantul di dinding perlahan membentuk siluet wajah suami Sheila Dara tersebut.
Visual itu kian dramatis dengan bayangan bunga mawar yang seolah melayang ke atas, menjadi simbol perpisahan bagi sang musisi.
Melalui keterangan unggahannya, sang seniman juga menyematkan doa tulus bagi almarhum.
"Turut berduka cita atas meninggalnya Oxavia Aldiano @vidialdiano. Semoga Allah mengampuni segala dosanya, menerima amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin," tulisnya pada Rabu, 12 Maret 2026.
Baca Juga: Terungkap Lagi Kebaikan Vidi Aldiano, Bantu Kuli Bangunan Saat Susu Anak Habis
Akhir Perjuangan Melawan Kanker
Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 16.33 WIB. Kepergian pelantun Status Palsu ini menandai titik akhir dari perjuangan panjangnya melawan kanker ginjal stadium tiga selama tujuh tahun terakhir.
Sejak tahun 2019, Vidi telah menjalani proses pemulihan yang melelahkan, termasuk pengangkatan ginjal kirinya.
Berdasarkan pemeriksaan medis di Singapura, sel kanker yang dideritanya tergolong agresif. Vidi sempat menceritakan kondisi tersebut.
"Si kanker gua ini diteliti kan, kanker tipe apa. Dan ternyata lumayan ganas tipenya. Jadi si dokter Singapura ini bilang, 'kamu harus rutin check up ya setiap enam bulan'," katanya.
Meski rutin menjalani kemoterapi dan berbagai perawatan lanjutan, ujian berat kembali datang pada awal 2022 saat sel kanker diketahui telah menyebar ke bagian tubuh lain. Momen tersebut menjadi salah satu titik terendah dalam hidupnya.