- Freya JKT48 dijadwalkan hadir di Polres Jakarta Selatan pada Kamis, 12 Maret 2026, terkait foto diedit vulgar.
- Pemeriksaan terkait laporan foto diedit oleh akun @groq dan @swap menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) ditunda.
- Pihak manajemen JKT48 mengonfirmasi adanya kekeliruan jadwal dan sedang mencari tanggal pasti untuk pemanggilan ulang.
Suara.com - Freya JKT48 dijadwalkan memberikan keterangan di Polres Jakarta Selatan hari ini, Kamis, 12 Maret 2026. Hal ini terkait laporannya soal fotonya yang diedit menjadi vulgar.
Namun rencana kedatangan penyanyi bernama lengkap Freyanashifa Jayawardana ini mengalami perubahan jadwal. Hal ini dikonfirmasi langsung Kasat Reskrim Polres Jaksel.
"Ada penundaan," kata AKBP Iskandarsyah saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Kamis (12/3/2026).
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti kapan pemeriksaan tersebut akan kembali dilakukan.
Polisi masih menunggu konfirmasi lanjutan dari pihak manajemen Freya.
![Member JKT48 Freya tampil saat perilisan Short Movie dan Single Original Terbaru 'Magic Hour' di CGV Cinema FX Sudirman, Jakarta, Rabu (8/5/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/05/09/72050-jkt-48-short-movie-magic-hour-jkt48-freya-jkt48-freya-jayawardhana.jpg)
"Masih belum menginfokan," sambung Iskandarsyah singkat mengenai kapan jadwal pasti pemanggilan ulang terhadap sang artis.
Pihak manajemen JKT48 juga angkat bicara mengenai simpang siur jadwal tersebut.
Mereka menyebut adanya kekeliruan informasi yang terlanjur beredar di publik.
"Halo, untuk panggilannya kemarin terlanjur tersebarnya kalo hari ini ya," jelas perwakilan PR JKT48 saat memberikan klarifikasi.
Baca Juga: Innalillahi, Maia Estianty Bagikan Kabar Duka
"Sebenernya nggak bisa kalau tanggal hari ini dan sedang cari tanggal lain ya," tambahnya lagi menjelaskan alasan utama penundaan tersebut.
Kasus ini bermula dari perlakuan tak menyenangkan yang diterima Freya di media sosial. Fotonya diduga dimanipulasi oleh pengguna akun @groq dan @swap.
Foto-foto tersebut diedit sedemikian rupa menggunakan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Hasil editan tersebut dinilai sangat meresahkan dan merugikan sang member.
Oknum tersebut menggunakan perintah atau prompt AI tertentu demi kepentingan negatif. Tujuannya agar foto Freya terlihat seolah-olah mengenakan pakaian vulgar.