Suara.com - Aktor Korea Selatan Kang Ha Neul tampil dalam kisah menegangkan film thriller berjudul Streaming.
Film Streaming digarap Cho Jang Ho, sekaligus menandai debutnya sebagai sutradara layar lebar. Tak hanya berada di balik kamera, Cho Jang Ho juga berperan sebagai penulis naskah dalam film ini.
Lebih dari sekadar menyuguhkan ketegangan lewat aksi pengejaran kriminal, Streaming turut menghadirkan potret gelap tentang obsesi manusia terhadap popularitas dan validasi di media sosial.
Penasaran dengan alur ceritanya? Simak sinopsisnya berikut ini!
Sinopsis Film Streaming

Film Streaming mengikuti kisah menegangkan seorang streamer bernama Woo Sang (Kang Hae Nul).
Sebelumnya, dia sering menyiarkan kasus kriminal dan mengungkap kasus misteri melalui channel-nya secara live streaming.
Dengan skill yang bisa membuat para penonton ingin terus menonton live streamingnya, Woo Sang memiliki skill profiling yang cukup mumpuni.
Banyak penggemar atau subscriber dari akun Youtubenya yang setia dengan live streaming yang disajikan Woo Sang.
Namun siapa sangka, aktivitas yang dilakukannya dalam dunia maya tersebut ternyata malah membahayakan dirinya.
Berdasarkan trailer yang dirilis, Woo Sang yang memperkenalkan diri sebagai "pemburu kejahatan yang menemukan iblis yang tersembunyi di dunia" tampak terjebak pada situasi tak terduga.
Hal itu membuatnya terlibat dalam kasus penculikan seorang streamer bernama yang Matilda (Ha Seo Yoon) saat sedang streaming bersama.
Selain menculik Matilda, penculik ini juga memberi tantangan Woo Sang yang harus dipecahkan dalam kurun waktu tertentu.
Di balik ketegangan tersebut, Woo Sang sangat dibingungkan dengan pilihan antara karier atau menyelamatkan Matilda.
Sanggupkah Woo Sang memecahkan misteri tersebut? Lalu, dapatkah Woo Sang mengungkap kejadian di balik semua ini?
Disajikan dengan Unik

Dalam film Streaming, sebagian besar scene-nya diambil dari sudut pandang orang yang tengah menonton streaming.
Tentunya, hal ini mengingatkan kita pada Searching (2018) yang sepenuhnya terjadi di depan layar komputer, tapi dengan atmosfer mencekam seperti Gonjiam: Haunted Asylum (2018).
Pemilihan angle tentunya membuat kita seolah ikut sebagai ribuan penonton yang menyaksikan kejar-kejaran pembunuh secara real time.
Ketegangan muncul tak hanya dari apa yang dilakukan Woo Sang, tapi juga dari reaksi live chat hingga perubahan dalam statistik penonton.
Selain itu, salah satu elemen unik yang tak biasa dari film ini adalah kemunculan iklan di tengah film.
Mengingat latar ceritanya, wajar saja kalau film ini menambahkan lapisan realisme dengan menyisipkan ads, layaknya nonton YouTube non-premium.
Tertarik untuk menonton film ini? Film Streaming (2025) dapat kamu saksikan di Vidio ya!
Kontributor : Anistya Yustika