Suara.com - Film Agak Laen: Menyala Pantiku telah mencetak rekor luar biasa dengan meraih 10,900,394 di hari ke-58 penayangannya di bioskop.
Film ini bahkan diprediksi masih bisa mencapai penonton lebih banyak lagi karena belum pamit dari bioskop.
Dengan pencapaian itu, film yang diproduseri oleh rumah produksi milik Ernest Prakasa, Imajinari sudah dinyatakan sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Sebagai produser, Ernest mulai terbuka tentang penghasilan film Agak Laen Menyala Pantiku ini.
Ini diungkapkannya saat ditanya Atta Halilintar sebagai host podcast "Daging Talk-Need A Talk" yang tayang pada 26 Januari 2026.
"Bener enggak Koh, Agak Laen ini untungnya mencapai Rp300 miliar?" tanya Atta penasaran.
Menanggapi hal tersebut, Ernest Prakasa memberikan gambaran mengenai bagaimana arus keuangan dalam sebuah produksi film besar dikelola.
Menurut penjelasannya, cara menghitung pendapatan produser dimulai dari harga tiket bioskop yang berkisar antara Rp25.000 hingga Rp60.000.
Baca Juga: Akui Sempat Malu Main Sinetron Ganteng Ganteng Serigala, Jessica Mila Tuai Kritik
Pendapatan tersebut kemudian dipotong pajak dan dibagi dua antara pihak bioskop dengan pemilik film, sehingga produser biasanya menerima sekitar Rp15.000 hingga Rp18.000 per tiket.
Namun, angka tersebut belum merupakan keuntungan bersih.
Pendapatan tersebut masih harus dikurangi dengan biaya produksi, promosi, serta pengembalian modal kepada para investor.
![Anda bisa mendapatkan diskon tiket hingga 50 persen untuk nonton film Agak Laen: Menyala Pantiku dengan cara ini. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/27/24240-film-agak-laen-menyala-pantiku.jpg)
Ernest mengungkapkan bahwa rumah produksinya, Imaginari, biasanya memilih untuk menjadi investor minoritas guna membagi risiko finansial.
Strategi ini diambil untuk menghindari tekanan stres yang tinggi jika harus mendanai proyek secara penuh, mengingat industri film sangat spekulatif.
Keuntungan dari film Agak Laen ini ternyata dibagi-bagi ke berbagai pihak yang terlibat sebagai strategic partner, di antaranya: