Kendati begitu, KDM masih menanyakan kebutuhan Sudrajat seperti beras dan membayar sewa kontrakan.
KDM lantas memberikan uang Rp10 juta untuk membayar kontrakan satu tahun serta membayar utang di warung dan tunggakan sekolah anak Sudrajat.
Rinciannya ialah sewa kontrakan Rp9,6 juta, membayar utang di warung untuk membeli beras Rp200 ribu, dan tunggakan sekolah anak Rp200 ribu.
Hanya saja karena sudah terlanjur tak percaya, KDM ingin membayarkannya secara langsung.
"Langsung bayar kontrakannya sama saya. Takut enggak dibayarin,"tutur KDM.
Alhasil Sudrajat hanya menerima uang tunai Rp2 juta dari KDM untuk uang modal berjualan es gabus lagi.
Keraguan Deddy Mulyadi pun dituliskan di caption unggahannya tersebut.
"Terkait es produk bapaknya, itu sudah tidak ada masalah. Terkait bantuan untuk bapak penjual es, saya akan atur karena selama ngobrol, agak gimana gitu ya feeling-nya," tulis Deddy Mulyadi.
Menanggapi unggahan Instagram Deddy Mulyadi, warganet mengaku ikut kecewa lantaran Sudrajat sempat berbohong.
Baca Juga: Fitnah Jadi Berkah, Sudrajat Penjual Es Gabus Dihadiahi Umrah
"Ada enggak jujurnya juga si bapaknya, untung Rp10 juta langsung kasih ke yang punya kontrakan sama Pak Dedi," komentar akun @riniamana***.
"Aduh jadi enggak respek nih sama bapaknya kenapa harus boong si pak," sahut akun @subahrula***.
"Waduh salah gue rispek sama ni orang," kata akun @dewi***.
Namun tak sedikit pula warganet yang membela apabila Sudrajat kemungkinan masih kena mental setelah tuduhan aparat kepadanya.
"Kita enggak tahu ya kondisi yang sebenernya. Apa beliau tertekan atau takut tolong jangan dihujat. Kalau enggak bisa bantu mah kita doain yang terbaik," ujar akun @ratihharyat***.
"Punten bapak aing. Menurut informasi pengalaman ibu saya, yang pernah jadi tetangga beberapa tahun lalu. Beliau (Pak Sudrajat) memang terkadang agak sulit kalau diajak komunikasi. Suka kurang nyambung mungkin karena ada tekanan mentalnya," timpal akun @surya_cu***.