Review Send Help: Ketika Bos Berkuasa Dipaksa Tunduk di Alam Liar, Sadis tapi Menghibur

Ferry Noviandi Suara.Com
Kamis, 29 Januari 2026 | 20:30 WIB
Review Send Help: Ketika Bos Berkuasa Dipaksa Tunduk di Alam Liar, Sadis tapi Menghibur
Review Send Help: ketika bos berkuasa dipaksa tunduk di alam liar. (imdb)

Dylan O'Brien pun tampil solid sebagai bos seksis menyebalkan yang perlahan kehilangan kuasa, harga diri, dan kewarasan.

Interaksi mereka terasa seperti permainan psikologis yang berlapis, kadang lucu, kadang membuat tidak nyaman.

Sam Raimi dan Racikan Genre Sadis tapi Menghibur

Review Send Help: Ketika Bos Berkuasa Dipaksa Tunduk di Alam Liar (imdb)
Review Send Help: Ketika Bos Berkuasa Dipaksa Tunduk di Alam Liar (imdb)

Sebagai penonton, saya menikmati bagaimana Sam Raimi mencampur berbagai genre tanpa ragu.

Send Help terasa seperti thriller psikologis, lalu bergeser ke horor, kemudian menyelipkan komedi hitam yang pahit.

Ada momen-momen absurd yang membuat saya tertawa, lalu beberapa menit kemudian saya merasa bersalah karena tertawa di situasi sekejam itu.

Musik dan sinematografinya mendukung rasa isolasi dan kegilaan yang perlahan tumbuh. Pulau yang indah justru terasa seperti penjara terbuka.

Kekerasan berdarah dan bahasa kasar membuat rating R (dewasa) terasa pantas, bukan sekadar tempelan.

Meski durasinya hampir dua jam dan terasa sedikit panjang di beberapa bagian, energi gelapnya tetap terjaga hingga akhir.

Lebih dari Survival, Ini Kritik tentang Kuasa dan Gender

Review Send Help: Ketika Bos Berkuasa Dipaksa Tunduk di Alam Liar (imdb)
Review Send Help: Ketika Bos Berkuasa Dipaksa Tunduk di Alam Liar (imdb)

Yang membuat Send Help melekat di kepala saya setelah film selesai adalah lapisan satirnya.

Baca Juga: A Tme to Kill: Intrik KKK, Rasisme Brutal, dan Dilema Moral, Malam Ini di Trans TV

Film ini jelas berbicara tentang kekuasaan di dunia korporasi, maskulinitas toksik, dan bagaimana sistem sering kali melindungi orang yang salah.

Di pulau itu, Bradley dipaksa menghadapi dunia tanpa privilese, sementara Linda akhirnya merasakan bagaimana rasanya memiliki kendali penuh.

Akhir film memang terasa agak terburu-buru, tetapi tidak sampai merusak keseluruhan pengalaman. Justru, rasa tidak nyaman dan pahit itu terasa sejalan dengan pesan filmnya.

Send Help bukan tontonan yang ingin menyenangkan semua orang, dan mungkin itulah kekuatannya.

Bagi saya, ini adalah film yang berani, gelap, dan sangat layak dikenang, bahkan berpotensi menjadi cult classic di masa depan.

Jika Anda menyukai film dengan humor gelap, konflik psikologis tajam, dan karakter yang tidak sepenuhnya "baik," Send Help adalah pengalaman sinematik yang sulit diabaikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI