Bikin Bangga! Indonesia Berhasil Produksi Film Sci-Fi 'Pelangi di Mars' dengan Standar Internasional

Rena Pangesti Suara.Com
Minggu, 15 Maret 2026 | 08:30 WIB
Bikin Bangga! Indonesia Berhasil Produksi Film Sci-Fi 'Pelangi di Mars' dengan Standar Internasional
Film Pelangi di Mars. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Film fiksi ilmiah "Pelangi di Mars" karya sutradara Upie Guava dijadwalkan tayang serentak 18 Maret 2026.
  • Film ini mengisahkan peneliti Pratiwi dan anaknya Pelangi yang mencari mineral langka di Mars demi Bumi.
  • Produksi film ini menggunakan teknologi Extended Reality (XR) berbasis Unreal Engine, inovasi pertama di Asia Tenggara.

Suara.com - Industri perfilman Tanah Air kembali mencetak sejarah lewat karya terbaru bertajuk Pelangi di Mars

Film keluarga bergenre fiksi ilmiah ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 18 Maret 2026.

Sinema besutan sutradara Upie Guava ini mengisahkan perjuangan Pratiwi yang diperankan Lutesha.

Film Pelangi di Mars. (Instagram)
Film Pelangi di Mars. (Instagram)

Ia adalah seorang peneliti yang tertinggal dan bertahan hidup di planet merah.

Menariknya, Pratiwi memiliki anak pertama yang lahir di Mars, Pelangi. 

Petualangan dimulai saat Pelangi berusaha mencari mineral langka demi menyelamatkan masa depan Bumi.

Kehadiran film ini mendapat apresiasi tinggi dari Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu. Ia menilai film ini sebagai bukti kemajuan pesat sineas lokal.

Acara Nobar film Pelangi di Mars bersama di Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat, 13 Maret 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]
Acara Nobar film Pelangi di Mars bersama di Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat, 13 Maret 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]

“Film Pelangi di Mars menunjukkan keberanian sineas Indonesia dalam mengeksplorasi genre fiksi ilmiah, sekaligus memanfaatkan teknologi produksi yang inovatif,” ujar Agustini Rahayu dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat, 13 Maret 2026.

Produksi film ini memang istimewa karena menerapkan teknologi Extended Reality (XR) berbasis Unreal Engine. 

Inovasi ini menggabungkan aksi nyata dengan lingkungan digital secara langsung.

Ifan Seventeen yang kini duduk sebagai Direktur Utama PFN turut memberikan positif. Ia merasa film ini memiliki kualitas visual dan cerita yang sangat bermutu.

"Filmnya bagus sekali dan banyak sekali pesan moralnya, pesan baiknya dan ini juga film untuk anak-anak," tutur pria bernama asli Riefian Fajarsyah tersebut.

Vokalis band Seventeen ini juga menyoroti penggunaan teknologi hybrid yang digunakan dalam film tersebut. 

Menurutnya, pencapaian ini merupakan tonggak sejarah baru di kawasan Asia.

"Iya, Insya Allah ini jadi angin segar karena balik lagi, ini adalah teknologi pertama yang digunakan di Indonesia, bahkan di Southeast Asia," jelas Ifan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI