- Film produksi Sapawave Films berjudul Sunda Emperor akan tayang di bioskop Indonesia pada tahun 2026.
- Film ini menceritakan tiga sahabat mencari jati diri setelah menemukan koin peninggalan Kerajaan Sunda.
- Disutradarai Angling Sagaran, film ini memadukan drama, komedi, serta budaya Sunda otentik dengan sinematografi Sukabumi.
Suara.com - Apa jadinya jika seorang pemuda oportunis tiba-tiba menyadari bahwa di dalam darahnya mengalir silsilah Raja Sunda?
Premis unik inilah yang menjadi nyawa dari film terbaru produksi Sapawave Films bertajuk Sunda Emperor.
Bukan sekadar film daerah biasa, Sunda Emperor hadir sebagai angin segar di industri perfilman nasional.
Film ini menjanjikan perpaduan apik antara drama, komedi, dan petualangan yang dibalut dalam budaya Sunda autentik, namun tetap relevan dengan selera penonton masa kini.
Disutradarai, ditulis, sekaligus diproduseri oleh Angling Sagaran, film ini mengisahkan perjalanan tiga sahabat dalam misi pencarian jati diri.
Petualangan mereka dipicu oleh penemuan sebuah koin peninggalan Kerajaan Sunda yang misterius.
![Film Sunda Emperor yang dibintangi Laura Moane, Bilal Fadh, dan Maghara Adipura yang siap tayang di bioskop tahun 2026 ini. [Sapawave Films]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/30/81390-film-sunda-emperor.jpg)
Dari sinilah, penonton akan diajak menyelami narasi ringan namun sarat makna tentang persahabatan dan nilai-nilai budaya yang mulai terlupakan.
"Sunda Emperor berangkat dari keinginan kami menghadirkan cerita yang 100 persn berbahasa Sunda dengan pendekatan yang segar. Film ini membuktikan bahwa cerita daerah punya kekuatan besar untuk tampil modern di layar lebar tanpa kehilangan akar budayanya," ujar Angling Sagaran dalam keterangan resminya.
Salah satu daya tarik utama film ini adalah jajaran pemainnya. Aktris cantik Laura Moane didapuk menjadi pemeran utama bersama Bilal Fadh, Maghara Adipura, Vansa Be, Itings Meledax, dan Yujeng Hensem.
Baca Juga: Jangan Tonton Film Surat untuk Masa Mudaku Tanpa Persiapan, Ini Alasannya
Bagi Laura Moane, memerankan karakter Neng Eti menjadi tantangan besar, terutama karena tuntutan dialog yang sepenuhnya menggunakan bahasa Sunda.
"Jujur, ini tantangan tersendiri buat aku. Dari proses reading sampai syuting, aku banyak dibimbing sutradara dan teman-teman pemain lain, mulai dari pelafalan sampai cara bertutur kata supaya terdengar natural," ucap Laura.
![Film Sunda Emperor yang dibintangi Laura Moane, Bilal Fadh, dan Maghara Adipura yang siap tayang di bioskop tahun 2026 ini. [Sapawave Films]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/30/19475-film-sunda-emperor.jpg)
Tak hanya mengandalkan akting, film ini juga menggandeng sejumlah kreator konten Sunda populer untuk membangun kedekatan dengan audiens muda di ruang digital.
Secara visual, penonton akan dimanjakan dengan sinematografi ciamik yang menangkap keindahan panorama alam Sukabumi sebagai latar utama cerita.
Much Risman, selaku Pendiri Sapawave Films sekaligus Eksekutif Produser, menegaskan bahwa Sunda Emperor adalah langkah nyata untuk mendorong film berbahasa daerah agar memiliki daya saing tinggi di level nasional.
"Kami ingin menunjukkan bahwa budaya bisa dikemas secara komunikatif untuk penonton masa kini. Ini adalah komitmen Sapawave Films untuk memberi tempat yang layak bagi cerita lokal di industri film Indonesia," tutur Risman.