Suara.com - Onadio Leonardo kembali menghirup udara bebas setelah tiga bulan menjalani rehabilitasi atas kasus narkoba yang menjeratnya.
Sepulang dari masa pemulihan tersebut, musisi yang akrab disapa Onad itu secara terbuka membagikan pengalamannya selama menjalani rehabilitasi.
Dalam pengakuannya, Onad menyebut proses rehabilitasi justru membuka pemahaman baru tentang kondisi mentalnya.
Ia mengungkapkan bahwa para konselor menilai permasalahannya bukan semata soal zat terlarang.
“Waktu gue direhab itu akhirnya konselor gue atau semua yang bimbing gue tuh mikir ini orang enggak kenapa-kenapa nih soal drugs ya, cuma mentally orang ini enggak jelas,” ujar Onad di podcast Denny Sumargo pada Sabtu (31/1/2026).
Dari rangkaian konsultasi tersebut, Onad didiagnosa mengidap Sindrom Peter Pan.
“Jadi akhirnya gue tuh didiagnosa Peter Pan Syndrome,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa selama rehabilitasi dirinya rutin bertemu psikolog.
Menurut konselor yang menanganinya, kondisi Onad berbeda dengan para penghuni tempat rehabilitasi tersebut.
“Orang-orang di situ (rehabilitasi) emang kebanyakan addiction banget,” ucapnya.
Hasil konsultasi membuat Onad menyadari bahwa ia memiliki masalah mental yang menyebabkannya terjerat narkoba.
Masalah mental itu membuat Onad masih merasa terjebak di masa golden age-nya.
“Akhirnya setelah gue konsul, gue tuh katanya kena Peter Pan Syndrome, gue tuh enggak bisa move on dari umur golden age gue, kayak umur 20,” tuturnya.

Mantan vokalis Killing Me Inside itu mengakui secara usia dirinya sudah dewasa, namun tidak demikian secara mental.
“Jadi umur gue 35, mentally gue dalam menghadapi apapun (masih seperti umur 20),” tuturnya.
Onad menilai ada ketimpangan dalam caranya menyelesaikan masalah.
“Kalau orang umur 35 punya problem, selesainnya secara umur 35 dong,” ujarnya.
Namun ia merasa masih terjebak di masa lalu di mana ia berada dalam fase golden age.
“Gue itu masih di umur 20 karena itu golden age gue,” kata Onad.
Selama rehabilitasi, suami Beby Prisillia itu ditangani oleh tiga psikolog secara intensif.
Onad mengatakan bahwa ia kemungkinan bisa kembali terjerat narkoba di usia selanjutnya jika tidak bisa mengendalikan dirinya.
“Nanti pada saat lu umur 40, 42, ini akan terjadi lagi lu masih pengin nyimeng, akan terjadi terus, jadi ini harus lu handle,’” ujarnya.
Apa itu Sindrom Peter Pan?
Melansir Medical News Today, Sindrom Peter Pan menggambarkan individu yang kesulitan memasuki kehidupan dewasa.
Kondisi ini membuat penderitanya kesulitan mengelola tanggung jawab orang dewasa seperti pekerjaan dan hubungan.
Orang yang mengidap sindrom ini kerap menunda tanggung jawab dan menunjukkan ciri narsistik. Hal tersebut dapat mengganggu hubungan sosial, profesional, dan romantis.
Kontributor : Rizka Utami