- Kebakaran besar melanda kawasan tekstil Cipadu pada Minggu petang (1/2/2026), menghanguskan gudang dan merambat ke pemukiman warga.
- Penyebab resmi kebakaran masih diselidiki polisi, namun video viral menunjukkan warga sempat memprotes pembakaran sampah di lokasi.
- Pemadaman api membutuhkan 29 unit damkar dan 150 personel selama 11 jam, mengakibatkan kerugian material ditaksir melebihi Rp7 miliar.
Dampak dari musibah ini sangat memukul sektor ekonomi lokal. Berdasarkan data sementara dari Dinas Pemadam Kebakaran, total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp7 miliar.
Selain bangunan gudang dan stok tekstil yang ludes, sejumlah rumah warga di sekitar lokasi juga ikut terdampak.
Meskipun video viral mengenai pembakaran sampah menjadi spekulasi kuat di kalangan netizen, informasi resmi sementara menyebutkan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik.
"Kami masih menunggu laporan lebih lanjut dan hasil penyelidikan mendalam dari pihak kepolisian untuk memastikan penyebab tunggal kebakaran ini," ujar Dohiri.
Kini, warga Cipadu hanya bisa meratapi sisa-sisa bangunan yang menghitam, sembari berharap ada evaluasi ketat terkait prosedur keamanan di kawasan pergudangan agar tragedi serupa tak terulang kembali.