Profil Habib Bahar Bin Smith, Jadi Tersangka Lagi Usai Aniaya Anggota Banser

Sumarni Suara.Com
Selasa, 03 Februari 2026 | 14:44 WIB
Profil Habib Bahar Bin Smith, Jadi Tersangka Lagi Usai Aniaya Anggota Banser
Habib Bahar bin Smith [Foto: ANTARA]

Suara.com - Polres Metro Tangerang Kota menetapkan  Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tangerang.

Proses hukum ini menindaklanjuti Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/1395/IX/2025/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya yang dilaporkan istri korban berinisial FY ke Polres Metro Tangerang Kota pada 22 September 2025.

Peristiwa itu terjadi saat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang menghadirkan Habib Bahar bin Smith sebagai penceramah pada Minggu, 21 September 2025.

Saat itu, korban turut hadir di lokasi acara yang sama. Namun, saat korban tersebut mendekat dan ingin bersalaman dengan Bahar, ada sekelompok orang mengadangnya.

Selanjutnya, korban dibawa ke salah satu ruangan dan mendapatkan kekerasan fisik yang membuat korban mengalami sejumlah luka serius.

Diantaranya pelipis mata kiri robek, kedua mata lebam, hidung berdarah, bibir bawah luka, gigi patah, serta tangan kanan terdapat bekas sundutan rokok.

Profil Habib Bahar bin Smith

Habib Bahar
Habib Bahar [Instagram]

Seiring memanasnya kabar terkait penganiayaan yang dilakukan olehnya, profil Bahar bin Smith pun kembali disorot.

Lahir di Manado, Sulawesi Utara, Habib Bahar bin Smith merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara. Ia berasal dari keluarga Arab Hadrami golongan Alawiyin.

Baca Juga: Habib Bahar Bin Smith Respons Keras Pandji Pragiwaksono yang Jadikan Salat Bahan Lelucon

Ayahnya, Sayid Ali bin Alwi bin Smith, sementara ibunya Isnawati Ali berasal dari Minahasa Tenggara. Pada 2009, Bahar menikah dengan Syarifah Fadlun Faisal Al Baghaits dan dikaruniai empat anak.

Pada tahun 2007, pria yang kerap disapa Habib bule ini mendirikan Majelis Pembela Rasulullah. Kantor pusat majelis ini berada di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Jamaah majelis ini berasal dari daerah Pondok Aren, Ciputat, dan Pesanggrahan, dan sekitarnya.

Bersama Majelis Pembela Rasulullah, Bahar kerap beraksi menutup paksa beberapa tempat hiburan. Salah satunya Café De Most Pesanggrahan yang diduga digunakan sebagai tempat maksiat. Kafe itu ditutup paksa selama bulan Ramadhan 2012.

Selain itu, ia juga mendirikan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kemang, Bogor.

Pesantren ini menggunakan sistem salaf, yaitu pesantren tipe klasik yang banyak mengkaji kitab kuning.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI