Suara.com - Aktor Austin Lin dan Vivian Sung dipasangkan dalam film Taiwan yang berjudul 96 Minutes.
Dalam film ini, Austin memainkan karakter Ren, seorang ahli penjinak bom dengan Vivian sebagai tunangannya yang bernama Xin Huang.
Film 96 Minutes mengisahkan Ren yang harus berpacu dengan waktu saat menghadapi ancaman bom dalam sebuah kereta cepat.
Penasaran dengan filmnya? Simak ulasannya berikut ini.
Sinopsis 96 Minutes

Film ini mengisahkan Song Kang-ren, seorang mantan ahli pembongkaran bom, yang berusaha membangun kembali hidupnya setelah kegagalan besar di masa lalu yang menyebabkan banyak korban jiwa.
Ia bersama tunangannya, Huang Xin, naik kereta berkecepatan tinggi ketika sebuah ancaman bom muncul yang akan meledak dalam 96 menit, memicu perlombaan waktu serta ketegangan antara harapan hidup dan tanggung jawab atas kesalahan masa lalu.
Cerita kemudian semakin rumit ketika kereta lain, yang ternyata terkait dengan bom yang sama, terungkap memuat kerabat dari karakter lain, Liu Kai dan istrinya Ting Juan, yang sedang berupaya memperbaiki hubungannya yang retak.
Film ini menetapkan satu aturan tidak tertulis: waktu adalah musuh utama. Oleh sebab itu, film ini tidak memuat jeda panjang dan tidak memiliki subplot yang bertele-tele.
Baca Juga: Cara Nonton Konser Comeback BTS ARIRANG di Netflix, Tayang Live Global 21 Maret 2026
Setiap adegan mendorong cerita dengan alur maju, membuat detak jam terasa semakin kerasa.
Mengusung Tema Sosial dan Psikologis

Film 96 Minutes mengangkat isu tentang tanggung jawab sosial, empati, dan batas kemampuan manusia dalam situasi ekstrem.
Selain itu, film ini juga menyoroti bagaimana keadaan krisis bisa memperlihatkan sisi asli seseorang.
Ada karakter yang justru tumbuh dan menunjukkan keberanian tak terduga. Sebaliknya, ada pula yang runtuh di bawah tekanan. Perbedaan ini disajikan tanpa dramatisasi berlebihan, membuat pesannya terasa lebih kuat.
Dalam film ini, deretan isu tersebut disampaikan secara implisit. Tentunya, pendekatan yang tidak langsung ini cocok untuk penonton Gen Z dan Milenial yang cenderung menghargai cerita dengan lapisan makna.