- Film drama keluarga "Rumah Tanpa Cahaya" produksi Citra Sinema tayang serentak di bioskop Indonesia mulai Kamis, 12 Februari 2026.
- Film ini menyoroti dampak kehilangan ibu (diperankan Ira Wibowo) terhadap dinamika keluarga yang dikelola ayah (Donny Damara).
- Pesan utama film ini adalah mengingatkan pentingnya cinta dan peran seorang ibu sebagai perekat emosional keluarga.
Suara.com - Industri film Tanah Air kembali menghadirkan drama keluarga yang menyentuh lewat film Rumah Tanpa Cahaya. Film produksi Citra Sinema bersama Sinemart ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai Kamis, 12 Februari 2026.
Mengangkat tema kehilangan dan kekuatan cinta seorang ibu, film ini menyasar penonton lintas generasi dengan cerita yang dekat dengan realitas kehidupan keluarga Indonesia.
Disutradarai Odi Harahap dan diproduseri Zairin Zain, Rumah Tanpa Cahaya menggambarkan bagaimana sebuah keluarga menghadapi kehampaan setelah kehilangan sosok paling berpengaruh dalam hidup mereka.
Cerita berpusat pada Nurul, seorang ibu yang menjadi penopang emosional sekaligus sumber kehangatan dalam keluarganya.
Tokoh Nurul diperankan oleh Ira Wibowo, sementara suaminya, Qomar, dimainkan Donny Damara. Bersama dua putra mereka, Samsul dan Azizi, keluarga ini menjalani kehidupan sederhana dengan mengelola warung empal gentong.
Warung tersebut tak hanya menjadi sumber nafkah, tetapi juga ruang berbagi bagi siapa pun yang membutuhkan.
Konflik mulai muncul ketika Nurul meninggal dunia. Kepergian sang ibu meninggalkan luka mendalam.
Qomar tenggelam dalam kesepian, sementara kedua anaknya baru menyadari betapa besar peran ibu yang selama ini mereka anggap biasa.

Hubungan keluarga yang sebelumnya hangat perlahan merenggang, seiring hilangnya figur yang selama ini menjadi perekat.
Baca Juga: Promo Buy 1 Get 1 Tiket Film Jangan Seperti Bapak di m.tix, Berlaku hingga 11 Februari
“Peran ini sangat dekat dengan hati saya. Rumah Tanpa Cahaya bukan hanya tentang kehilangan, tetapi tentang bagaimana cinta seorang ibu tetap hidup dan membimbing keluarganya, bahkan ketika dia sudah tiada,” kata Ira Wibowo dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin, 9 Februari 2026.
Sang aktris menyebut Nurul sebagai gambaran banyak ibu Indonesia yang kuat, penuh cinta, namun kerap luput dari perhatian.
Donny Damara menambahkan, film ini juga menyoroti sisi rapuh seorang ayah.
“Film ini mengajak kita merenung. Sering kali kita baru memahami arti keluarga dan pengorbanan setelah kehilangan itu benar-benar terjadi,” tuturnya.
Naskah film ini ditulis oleh Syaikhu Luthfi bersama Deddy Mizwar, Zairin Zain, Odi Harahap, Amiruddin Olland, dan Rafi Muhammad Zuhdi.
Selain Ira Wibowo dan Donny Damara, film ini turut dibintangi Ridwan A. Ghany, Lavicky Nicholas, Dea Annisa, Galabby Thahira, Ence Bagus, dan Widi Dwinanda.