Suara.com - Kehadiran Enzy Storia sebagai co-host Indonesian Idol musim ke-14 langsung mencuri perhatian publik sejak episode perdananya tayang di layar RCTI.
Dalam ajang pencarian bakat bergengsi tersebut, Enzy dipercaya mendampingi Robby Purba yang juga baru pertama kali memandu Indonesian Idol.
Kolaborasi Enzy dan Robby awalnya diharapkan membawa nuansa segar, ceria, dan lebih dekat dengan penonton muda Indonesian Idol.
Namun, pengalaman perdana Enzy di panggung kompetisi musik besar justru memicu perdebatan di kalangan warganet media sosial.
Sebagian penonton menilai gaya bicara Enzy Storia terlalu heboh, ramai, dan kurang sesuai dengan atmosfer kompetisi serius seperti Indonesian Idol.
Kritik tersebut ramai disuarakan di platform Threads setelah penayangan episode terbaru Indonesian Idol.
Melalui akun miliknya, Enzy Storia membuka ruang diskusi tentang penampilan perdananya sebagai co-host.
"Ada yang nonton Indonesian Idol tadi malam? Boleh ya kalau ada masukan teman-teman. Aku akan baca satu per satu. Terima kasih," tulisnya pada Selasa, 10 Februari 2026.
Salah satu kritik panjang menyebut Enzy masih terlihat gugup sehingga kerap salah timing berbicara dan beberapa kali memotong pembicaraan juri.
"Jadi kemarin aku lihat Enzy mungkin karena first time kerasa banget aura nervous-nya, jadi agak sedikit belibet," komentar seorang warganet.
Kritik lain menyoroti minimnya chemistry antara Enzy dan Robby Purba yang dinilai belum menyatu secara emosional saat memandu acara.
![Penampilan Enzy Storia saat menjadi co-host Indonesian Idol mendapat banyak kritikan. Enzy dianggap terlalu berisik dan tak mengerti momen. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/10/33966-enzy-storia.jpg)
"Aku lihat tektokan antara Enzy dan Robby masih agak kurang masuk nih, jadi kesannya kaku dan nggak nge-blend," ujar yang lain.
Ada pula komentar yang menilai candaan Enzy terkesan berdiri sendiri sehingga terasa garing dalam momen-momen serius penilaian juri.
"Sorry to say @enzystoria, kamu kayaknya perlu belajar lagi deh buat nggak sering motong omongan orang."
Kritik lain menyebut energi Enzy kurang cocok untuk Idol. Bukan berarti jelek, hanya saya kurang cocok untuk kompetisi serius.
Meski menerima kritik pedas, Enzy Storia menunjukkan sikap terbuka dan dewasa dalam menanggapi masukan dari para penonton.
"Btw terima kasih masukannyaa ya, ada yang selipan jadi ngatain juga ni gue lihat-lihat. Haahahahahah aman aja, aku terima dan perbaiki ya, sama ya ikutin brief dari tim juga," ungkapnya.
"Tidak menghilangkan Enzy-nya tapi sesuai porsi biar nggak berisik ceunah," ujar Enzy menutup respons terhadap beragam kritik atas penampilannya.
Kontributor : Chusnul Chotimah