- Tatjana Saphira berperan sebagai dosen bernama Bella dalam series Tiba-Tiba Brondong beradu akting dengan Fadi Alaydrus.
- Konflik utama series ini adalah perbedaan usia antara Bella dan Langit yang dikenalnya melalui aplikasi kencan.
- Tatjana menantang diri memerankan Bella yang berwibawa sebagai dosen sekaligus harus menampilkan sisi lembutnya.
Suara.com - Tatjana Saphira kembali menyapa para penggemarnya dengan proyek terbaru, series Tiba-Tiba Brondong.
Aktris 28 tahun ini akan beradu akting dengan aktor muda Fadi Alaydrus.
Tatjana Saphira bercerita soal series Tiba-Tiba Brondong. Mengisahkan ia, sebagai Bella, seorang dosen yang mapan, perfeksionis, dewasa dan sangat independen.
Kehidupan Bella yang teratur seketika berubah drastis setelah ia dipertemukan dengan Langit, tokoh yang dimainkan oleh Fadi Alaydrus.
"Dia itu ketemu sama Langit di sebuah aplikasi kencan," kata Tatjana Saphira saat bercerita di kantor Suara.com pada Selasa, 10 Februari 2026.
Fakta paling menggemparkan bagi Bella adalah ketika ia menyadari, Langit memiliki usia yang jauh lebih muda.
Perbedaan usia ini menjadi pondasi utama konflik dalam cerita.
"Awalnya Bella pikir Langit itu deketin Bella cuman main-main, tapi lama-lama ada perasaan yang benar-benar timbul di antara mereka berdua," ujar Tatjana.
Selain cerita yang cukup relevan di masyarakat, Tatjana Saphira bercerita lebih banyak dan detail soal series yang akan tayang di VIU ini.
Baca Juga: Chemistry Kelewat Natural, Tatjana Saphira dan Fadi Alaydrus Dicurigai Cinlok
1. Keunikan cerita
![Kemesraa Tatjana Saphira dan Fadli Alaydrus di series Tiba-Tiba Berondong bikin netizen curiga kalau mereka benar-benar cinlok. [Instgaram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/03/20617-tatjana-saphira-dan-fadli-alaydrus.jpg)
Tatjana Saphira bercerita soal keunikan cerita. Selain perbedaan usia, ada hal lain yang juga mungkin akan 'relate' dengan penonton yang bernasib sama dengan Bella.
"Jadi uniknya ini, perjalanan cinta beda usia mereka, akan ada tekanan sosial," kata Tatjana Saphira.
Tekanan sosial inilah yang membuat Bella mempertanyakan kembali keseriusan hubungan tersebut.
"Apakah mereka serius dengan hubungannya, apakah cinta mereka itu bisa melampaui segala masalah yang ada di sekitar mereka gitu," kata sang aktris.
2. Tantangan Memerankan Karakter Bella yang Berwibawa Namun Lembut
Bagi Tatjana Saphira, memerankan karakter Bella menawarkan tantangan tersendiri.
Sebagai seorang dosen, Tatjana Saphira dituntut untuk memiliki wibawa dan otoritas.
"Pastinya harus bisa untuk membawa diri Bella menyesuaikan sama lingkungan dia. Karena kan ceritanya Bella itu adalah seorang dosen," kata aktris kelahiran 1997 ini.
Namun di sisi lain, Tatjana Saphira juga harus memastikan bahwa Bella tetap memiliki sisi lembut.
Ia perlu menunjukkan perbedaan dinamika Bella di berbagai lingkungan.
![Tatjana Saphira saat datang ke kantor Suara.com untuk mempromosikan series Tiba-Tiba Brondong pada Selasa, 10 Februari 2026 [Suara.com/Ramadhani Ari Nugroho]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/10/41305-tatjana-saphira.jpg)
"Harus bisa membedakan juga Bella ketika dia ada di kampus dan sedang bekerja sebagai dosen. Ada juga ketika dia lagi ada di rumah berinteraksi sama keluarganya, sahabatnya, dan pula ketika dia bersama Langit, karena semua dinamikanya berbeda," imbuh Tatjana.
3. Membangun chemistry dengan Fadi Alaydrus, diskusi hingga olahraga bersama
Fadi Alaydrus adalah lawan main baru bagi Tatjana Saphira. Ini adalah proyek pertama mereka bersama, namun proses membangun chemistry berjalan mulus.
"Enaknya kita tuh dari pertama kali ketemu sudah banyak diskusi," ucapnya.
Selain itu, mereka juga meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas di luar persiapan syuting.
"Kayak sempat main paddle bareng, terus pergi makan. Intinya dalam membangun chemistry itu menurutku kita harus banyak ngobrol saja sih untuk mengenal satu sama lain dengan lebih dalam. Selebihnya ya kita biarkan mengalir saja di set," tuturnya.
Mengenai Fadi sebagai representasi Gen Z, Tatjana menggambarkan Fadi sebagai sosok yang profesional, dewasa tapi juga kerap menunjukkan sisi anak-anak. di banyak kesempatan.