Subplot tambahan pertemuan Takaki dengan mantan kekasihnya, Risa Mizuno, memberikan gambaran nyata bahwa Takaki telah berupaya menjalani membuka hati.
Penambahan konteks ini membuat sosok Takaki di versi nyata terasa lebih manusiawi dan tidak sekadar menjadi pria yang terjebak dalam nostalgia kelam.
3. Penutup yang Memberikan 'Closure' Adil

Versi animasi ditutup dengan adegan ikonik di perlintasan kereta api yang diiringi lagu "One More Time, One More Chance".
Adegan ini sukses membuat penonton galau berjamaah, namun versi live action memilih jalur yang berbeda.
Meski tetap mempertahankan nuansa melankolis, resolusi di versi terbaru ini terasa lebih "baik hati".
Sebab versi film tidak membiarkan Takaki terus berjalan dalam ketidakpastian karena sampainya pesan dari Akari.
Hal ini membuat Takaki mendapat kesempatan untuk benar-benar menutup bab lama dalam hidupnya.
Ini bukanlah akhir bahagia yang klise, melainkan sebuah resolusi yang adil di mana luka lama diakui, dimaafkan, dan akhirnya dilepaskan.
Takaki tidak lagi hanya tersenyum pahit di balik kereta yang melintas, melainkan melangkah maju dengan beban hati yang lebih ringan.
Itu tadi perbedaan paling mencolok ending 5 Centimeters per Second animasi vs live action.
Kalau kamu sendiri lebih suka versi anime atau live actionnya?
Kontributor : Safitri Yulikhah