Suara.com - Video seorang wanita yang mengungkap kebahagiaan karena anaknya menjadi warga negara Inggris mendadak viral.
Wanita dalam video terungkap bernama Dwi Sasetyaningtyas, pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas.
Kebahagiaan Tyas rupanya dipermasalahkan lantaran statusnya sebagai mantan penerima Lembaga Pengelola Dana Pendidikan alias LPDP.
"Akhirnya paket yang aku tunggu-tunggu selama empat bulan ke belakang nyampe juga," ujar Tyas dalam video yang ditonton 3 juta kali di postingan akun X @blaugrana1O.
"Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang mengubah nasib dan masa depan anak-anakku," sambungnya.
Setelah membuka amplop, Tyas menunjukkan ekspresi terharu saking senangnya.
"Ini adalah surat dari home office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua udah diterima jadi Warga Negara Inggris," kata Tyas.
"Dan yang kedua.. udah resmi jadi British Citizen," imbuhnya.
Baca Juga: LPDP Vs Beasiswa Unggulan 2026, Mana yang Paling Worth It? Cek Benefit dan Syarat Terbaru!
Sementara itu, anak Tyas yang masih bayi tampak bermain-main santai, belum memahami kebahagiaan yang dirasakan sang ibu.
Tyas yang masih Warga Negara Indonesia (WNI) menyebut keputusannya itu demi masa depan sang anak.
"Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," pungkasnya.
Sayangnya kebahagiaan Tyas banyak ditanggapi sinis oleh warganet setelah mengetahui statusnya sebagai penerima LPDP.
"Tapi katanya dia 'kabur' pake uang pajak kita ya? (LPDP). Gimana ya mau nanggapinnya, ibarat kita habis ngasih minum ke orang yang haus terus diludahin sama yang dikasih minum pas dia udah gak haus," komentar akun @DeilyUpd***.
"Hi Mbak, di balik privilege LPDP yang kamu terima ada banyak anak Indonesia yang susah sekolah, guru-guru yang gajinya kecil dan sekolah pedalaman yang fasilitasnya kurang. Kalo LPDP ujungnya cuman ngejelek-jelekin negara sendiri dan banggain negara lain, malu-maluin sih," sindir akun @O5Br***.
"Lintah. Nyedot uang rakyat. Dan dia bangga," kata akun @GhibranJarin***.
"Sekolah pake LPDP, lulus cari cowok bule supaya anaknya WNA, kembalikan duit pajak buat biaya LPDP lu," balas akun @fiz***.
Klarifikasi Dwi Sasetyaningtyas

Di sisi lain, Tyas telah memberikan klarifikasi terkait kewajibannya sebagai penerima LPDP.
"Aku LPDP lulus tahun 2017, sudah kembali ke Indonesia selama lima tahun, dan berkontribusi lewat bisnis saya hingga hari ini," tegas Tyas.
Diketahui dari bio Instagram miliknya, Tyas mengelola bisnis Sustaination yang menjual produk-produk ramah lingkungan dan komunitas Cerita Kompos.
Oleh sebab itu, Tyas meminta warganet tak menyeret beasiswa yang pernah ia dapatkan dengan hak anak-anaknya.
"Kewajiban saya sama LPDP sudah tuntas, dan kewarganegaraan anak saya itu hak anak saya dari lahir karena dia lahir di Inggris. Status warga negara anak saya tidak ada hubungan lagi dengan beasiswa yang saya terima," tandasnya.
Kontributor : Neressa Prahastiwi