- Film ini mengonversi buku pengembangan diri non-fiksi tentang Stoisisme menjadi drama naratif keluarga yang emosional.
- Sherina Munaf dipilih sebagai pemeran utama karena dianggap memiliki kepribadian rasional yang sangat mewakili pembaca buku aslinya.
- Proyek garapan MD Pictures ini bertujuan memberikan bimbingan praktis bagi penonton dalam mengelola emosi dan menghadapi masalah hidup.
Sherina Munaf kembali ke layar lebar sebagai pemeran utama bernama Nea. Aktris 35 tahun ini mengaku tidak butuh waktu lama untuk mengiyakan tawaran ini karena kedekatan pribadinya dengan ajaran Stoisisme yang dia pelajari sejak masa pandemi.
"Magnetnya kuat sekali (antara dirinya dengan Filosofi Teras). Aku banyak belajar dari Stoisisme soal bagaimana caranya meregulasi emosi," beber Sherina Munaf dalam kesempatan yang sama.
"Ketika tahu buku ini dijadikan film, aku langsung intriguing. Ada sesuatu yang mengkoneksikan aku ke karakter dan situasi di film ini. Aku rasa ini sangat merepresentasi kandungan bukunya lewat storytelling film," sambungnya.
Meski menjadi sosok sentral, Sherina tetap merasa rendah hati beradu peran dengan aktor senior lainnya.
"Malah aku yang merasa bersyukur banget masih ada yang percaya sama aku. Di portofolioku enggak sebanyak teman-teman yang lain, pengalaman mereka luar biasa. Aku justru yang merasa masih sangat vanilla banget ya," ungkapnya.
Henry Manampiring sendiri menilai Sherina adalah representasi nyata dari pembaca bukunya.
"Karakter Sherina itu gadis Stoik banget. Dia orangnya rasional. Dalam filosofi Stoik, emosi itu dikelola dengan rasional. Saya merasa memang skrip dan buku ini diciptakan untuk peran Sherina," puji Henry.
Selain Sherina, para pemain lainnya seperti Zee Asadel dan Ge Pamungkas membawa dinamika tersendiri dalam proses produksi. Zee yang memerankan tokoh Runi, mengaku bahwa ajaran dalam buku Filosofi Teras sebenarnya sudah lama dia praktikkan tanpa dia sadari.
"Enggak ada hidup tanpa masalah. Ternyata secara otomatis aku sudah melakukan beberapa poin Stoik dan di buku ini ada pemahamannya. Aku sangat beruntung dikelilingi filmmakers yang mencintai apa yang mereka lakukan. Ceritanya mungkin nggak ringan, tapi kehadiran semua pemain bikin kita berani masuk ke 'rabbit hole' bersama-sama," kata Zee Asadel.
Zee juga bercerita soal kedekatan antar pemain selama proses reading.
"Membangun chemistry yang paling nyaman buat aku adalah mulai dari ngobrol. Kita jadi mulai terbuka satu sama lain, tahu karakter masing-masing, dan mulai bisa masuk ke karakter di film ini," imbuhnya.
Ge Pamungkas yang berperan sebagai Dio, menambahkan bahwa kesabaran adalah kunci dalam memerankan film ini.
"Kita mencoba mencari tahu apa sih yang ingin dicapai oleh penulis dalam skrip di sini. Kita berusaha bersabar, karena skrip itu tentang kesabaran. Sama Sherina juga seru, kita klik banget pas take dan chemistry-nya langsung dapet," beber.
Lebih lanjut, Dinda Kanya Dewi didapuk memerankan karakter Dita, atasan dari Nea. Dia mengaku antusias karena buku Filosofi Teras memiliki dampak yang sangat nyata bagi banyak orang.
"Aku berperan sebagai bosnya Sherina. Kenapa aku terima? Karena kita tahulah Filosofi Teras itu bagaimana impactful-nya di orang-orang banyak. Begitu ini difilmkan, ya aku mau menjadi bagian dari itu. Soal karakternya antagonis atau enggak, itu harus ditonton dulu nanti," papar Dinda.
Kehadiran aktor senior seperti Lydia Kandou dan Kiki Narendra turut memperkuat kedalaman cerita keluarga dalam film ini. Lydia Kandou menyebut film ini bisa menjadi bimbingan bagi para penonton yang menghadapi masalah domestik.
"Untuk saya ini pelajaran atau bimbingan buat keluarga-keluarga yang punya masalah. Waktu baca saya sangat tertarik karena ceritanya simpel tapi bikin terharu. Orang hidup pasti ada masalah, jadi semuanya harus nonton," ucap Lydia Kandou.
Kiki Narendra pun menambahkan bahwa kekuatan film ini terletak pada narasinya yang organik.
"Saya sudah ngikutin Mas Henry dari zaman Twitter berpuluh tahun lalu. Sukanya karena ini cerita keluarga yang kalau dibilang relate, ya pasti punya porsinya masing-masing. Storytelling-nya bagus, mudah dicerna, dan permasalahannya terasa organik, bukan sesuatu yang dibuat-buat," jelas Kiki.
Filosofi Teras mengisahkan tentang Nea (Sherina Munaf) dan dinamika keluarganya yang tengah menghadapi berbagai persoalan hidup.
Melalui bimbingan pemikiran-pemikiran Stoisisme, Nea mencoba menemukan ketenangan di tengah badai masalah yang menimpa dirinya dan orang-orang di sekitarnya.
Film ini diproduksi oleh MD Pictures dan dijadwalkan memulai proses syuting pada Jumat, 27 Februari 2026. Jadwal syuting direncanakan berlangsung secara intensif selama bulan Ramadan hingga melewati hari raya Idulfitri.
Affandi Abdul Rachman selaku sutradara memastikan bahwa kemasan film ini akan tetap sederhana namun memiliki makna yang dalam.
"Filosofi Teras itu sangat simpel. Kita mencoba mencari koneksi ke sini, ke dalamnya. Esensi saya adalah bagaimana menjelaskan sesuatu yang kompleks menjadi simpel agar orang-orang mudah mengerti," pungkas Affandi.
Dengan jajaran pemain yang solid dan arahan sutradara Affandi Abdul Rachman, MD Pictures optimis Filosofi Teras akan menjadi film drama keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan perspektif baru bagi penonton dalam menghadapi kesulitan hidup secara tenang dan rasional.