- Ferry Irwandi menilai pengadaan mobil dinas Rp8,5 miliar sebagai tindakan tidak etis di tengah banyaknya fasilitas publik yang rusak.
- Dana tersebut dikalkulasi mampu merenovasi 340-an ruang kelas, membangun puluhan klinik desa, hingga memasok air bersih bagi ribuan warga.
- Ferry menyarankan dana dialihkan untuk modal UMKM guna memutar roda ekonomi dan meningkatkan PAD daripada sekadar membeli kendaraan mewah.
Terakhir, Ferry menyarankan agar dana tersebut digunakan untuk menggerakkan roda ekonomi lokal melalui sektor UMKM. Ia meyakini bahwa suntikan modal pada ekonomi kreatif akan memberikan dampak jangka panjang bagi pendapatan daerah.
"Sentra UMKM, bikin ekonomi berputar, injeksi pada UMKM, UMKM menghasilkan profit yang mana dalam waktu yang tidak lama ketika sirkulasi ekonomi ini terbentuk ya masyarakatnya bahagia, PAD-nya Kaltim meningkat ketimbang membeli mobil seharga 8,5 miliar gitu," pungkasnya.