Secara industri, hilangnya akun dengan 68,8 juta pengikut membawa dampak finansial yang sangat signifikan.
Dengan jumlah pengikut sebesar itu dan engagement tinggi, potensi penghasilan bulanan dari live streaming, gift, dan kerja sama brand bisa mencapai miliaran rupiah.
Nilai kontrak endorsement untuk akun sebesar tersebut biasanya memiliki tarif fantastis per unggahan promosi.
Pemblokiran permanen berarti hilangnya peluang kerja sama baru sekaligus kemungkinan pembatalan kontrak yang sedang berjalan.
Selain uang tunai, kerugian terbesar justru berada pada aset digital berupa data algoritma dan komunitas yang terbentuk selama lima tahun.
Basis audiens yang loyal tidak bisa digantikan secara instan meskipun kreator memulai akun baru dengan strategi agresif.
Membangun kembali dari nol membutuhkan waktu panjang, biaya promosi besar, serta konsistensi ekstra untuk menembus algoritma.
Kontributor : Chusnul Chotimah