- Aktris Naysilla Mirdad (37 tahun) masih aktif di industri peran film dan sinetron stripping per 27 Februari 2026.
- Ia menemukan keseruan karena tiap proyek baru memberinya kesempatan belajar hal psikologis beragam.
- Untuk mengatasi kejenuhan, Naysilla memilih jeda istirahat beberapa bulan antar proyek selesai dikerjakan.
Suara.com - Aktris Naysilla Mirdad hingga kini masih menjaga eksistensinya di industri seni peran, baik melalui layar lebar maupun sinetron kejar tayang alias stripping.
Meski telah bertahun-tahun bergelut di bidang yang sama, perempuan 37 tahun ini mengaku belum menemui titik jenuh yang membuatnya ingin berpaling dari dunia akting.
Naysilla Mirdad mengungkapkan bahwa setiap proyek baru memberikan ruang baginya untuk terus belajar hal-hal di luar teknis peran.
"Aku bersyukur ya masih eksis sampai sekarang, masih dipercaya untuk ngejalanin project-project yang baru," kata Naysilla Mirdad saat ditemui di kawasan Petogogan, Jakarta Selatan pada Jumat, 27 Februari 2026.
"Kalau jenuh justru menurut aku di industri ini seru banget karena setiap project yang berbeda kita belajar hal yang baru juga. Misalkan dari sisi psikologis setiap orang beda-beda background-nya," ucapnya menyambung.
![Naysilla Mirdad, Oka Antara, Jeremy Thomas, dan lainnya dalam konferensi pers film Kapal Terbang yang digelar di kawasan Petogogan, Jakarta Selatan pada Jumat, 27 Februari 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/01/61385-naysilla-mirdad-oka-antara-jeremy-thomas-dan-lainnya-dalam-konferensi-pers-film-kapal-terbang.jpg)
Adik Nana Mirdad ini tidak menampik adanya perbedaan beban kerja yang signifikan antara bermain film dan sinetron stripping.
Baginya, bermain dalam sinetron harian menuntut komitmen waktu yang jauh lebih besar karena jadwal selesainya sebuah proyek seringkali tidak bisa diprediksi.
"Kalau stripping harus bisa komit waktu panjang, yang kita tuh enggak tahu nih waktu kita kerja ditentukan sampai kapan. Harus memberikan komitmen yang total banget di situ. Bukan berarti film enggak total, tapi kita tahu kapan per project itu selesai, ada timeline-nya. Kalau stripping kan ngeri ya," tuturnya sambil tertawa.
Pengalaman bertahun-tahun di industri pertelevisian membuat Naysilla khatam dengan pola kerja yang menguras fisik.
Baca Juga: Inang, Film Garapan Fajar Nugros yang Berlatar Belakang Mitos Jawa Rebo Wekasan.
Dia mengenang masa-masa awal kariernya di mana jam kerja tidak mengenal waktu, yang menurutnya adalah pemicu utama rasa lelah bagi setiap pemain peran.
"Semua pemain stripping pasti pernah ngalamin masa jenuhnya. Di mana kita ketemu dengan rutinitas yang sama setiap harinya dari pagi sampai tengah malam," beber Naysilla.
"Kalau zaman aku syuting dulu kan bahkan dari pagi sampai ketemu pagi lagi, bahkan sampai siang nanti sorenya mulai syuting lagi. Itu kan badan pasti capek, pikiran capek, manusiawilahlah kalau jenuh," kenang sang aktris lagi.
Untuk menyiasati kejenuhan tersebut, Naysilla biasanya memilih untuk mengambil jeda istirahat selama beberapa bulan setelah sebuah proyek selesai sebelum kembali masuk ke produksi berikutnya.
Baginya, pengelolaan waktu untuk diri sendiri, keluarga, dan hobi menjadi kunci agar tetap konsisten berkarier.
"Di sela-sela stripping itu pintar-pintarnya kitalah manage waktu untuk bagi ke keluarga, bagi ke hobi kita, atau bagi ke me time kita," pungkasnya.