- Film prekuel berjudul Furiosa: A Mad Max Saga berfokus pada kisah hidup Furiosa dari masa kecil hingga dewasa.
- Aktor Chris Hemsworth memerankan antagonis utama, Warlord Dementus, pemimpin gerombolan motor kejam.
- Secara naratif, film ini tersusun lima babak dan memperluas mitologi dunia Mad Max secara visual.
Suara.com - Sembilan tahun setelah Mad Max: Fury Road mengguncang dunia sinema dengan aksi oktan tingginya, sutradara visioner George Miller kembali mengajak kita menyelami debu dan karat Wasteland.
Kali ini, fokus beralih dari Max Rockatansky ke masa lalu pejuang ikonik, Furiosa.
Film prekuel bertajuk Furiosa: A Mad Max Saga bukan sekadar pengisi latar belakang; ini adalah sebuah pengembaraan epik tentang kelangsungan hidup, kehilangan, dan dendam yang membara selama 15 tahun.
Furiosa: A Mad Max Saga akan tayang menemani sahur Anda pada Rabu (4/3/2026) dini hari pukul 02.00 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan sinopsisnya:
Berbeda dengan Fury Road yang merupakan satu pengejaran linear yang intens, Furiosa terstruktur dalam lima babak yang mencakup masa kecil hingga kedewasaan sang protagonis.
![Furiosa: A Mad Max Saga yang dibintangi Chris Hemsworth dan Anya Taylor-Joy akan tayang menemani sahur Anda pada Rabu (4/3/2026) dini hari pukul 02.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/03/89885-furiosa-a-mad-max-saga.jpg)
Cerita dimulai di "Green Place of Many Mothers," sebuah oase terakhir di dunia yang sekarat.
Furiosa muda (diperankan dengan apik oleh Alyla Browne) diculik oleh gerombolan motor yang dipimpin oleh Warlord Dementus yang eksentrik namun kejam (Chris Hemsworth).
Perjalanan Furiosa membawanya melintasi padang pasir hingga jatuh ke tangan Immortan Joe di Citadel.
Di sinilah ia harus bertahan hidup di tengah perebutan kekuasaan antara dua tiran, sembari menyusun rencana untuk kembali ke rumah.
Anya Taylor-Joy mengambil alih peran Furiosa dewasa, memberikan performa yang minim dialog namun sangat ekspresif melalui tatapan matanya yang tajam.
Ia dibantu oleh Praetorian Jack (Tom Burke), seorang pengemudi tangguh yang menjadi mentor sekaligus sekutu terdekatnya.
![Furiosa: A Mad Max Saga yang dibintangi Chris Hemsworth dan Anya Taylor-Joy akan tayang menemani sahur Anda pada Rabu (4/3/2026) dini hari pukul 02.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/03/78971-furiosa-a-mad-max-saga.jpg)
Salah satu kejutan terbesar dalam film ini adalah penampilan Chris Hemsworth.
Keluar dari zona nyaman sebagai pahlawan super, Hemsworth tampil memukau sebagai Dementus, seorang penjahat yang karismatik, gila, dan menyedihkan di saat yang sama.
Menariknya, film ini juga melibatkan keluarga Hemsworth.
Elsa Pataky, istri Hemsworth, menunjukkan fleksibilitasnya dengan memerankan dua karakter sekaligus: seorang jenderal Vuvalini di awal film dan Mr. Norton, salah satu anggota kelompok Dementus yang cacat.
Kehadiran Charlee Fraser sebagai Mary Jabassa, ibu Furiosa, juga memberikan fondasi emosional yang kuat di babak pertama film, menetapkan motivasi utama Furiosa untuk sisa durasi film.
Secara visual, George Miller membuktikan bahwa di usia 79 tahun, ia masih maestro aksi terbaik di Hollywood.
Furiosa menawarkan desain produksi yang luar biasa, mulai dari benteng Gastown hingga Bullet Farm.
Meskipun menggunakan lebih banyak CGI dibandingkan pendahulunya, estetika film ini tetap terasa kasar dan nyata.
Kritikus internasional memuji bagaimana film ini memperluas mitologi Mad Max.
Jika Fury Road adalah sebuah "sprint," maka Furiosa adalah sebuah "maraton."
Hubungan antara Furiosa dan Praetorian Jack memberikan kedalaman emosional yang jarang ditemukan dalam film aksi murni, sementara persaingan antara Dementus dan Immortan Joe menambah dimensi politik pada dunia yang kacau ini.
Furiosa: A Mad Max Saga adalah pencapaian langka dalam dunia sekuel dan prekuel.
Ia berhasil berdiri sendiri sebagai drama balas dendam yang megah tanpa harus membayangi kesuksesan Fury Road.