- Film arahan David F Sandberg ini mengisahkan Billy Batson remaja yatim piatu yang menjadi pahlawan dewasa.
- Billy mendapatkan kekuatan enam dewa mitologi setelah terpilih oleh penyihir kuno, lalu menggunakannya bersama Freddy.
- Inti cerita berfokus pada pencarian makna keluarga melalui dinamika positif di rumah asuh Billy Batson.
Suara.com - Melalui tangan dingin sutradara David F Sandberg, Shazam! muncul sebagai sebuah anomali yang menyegarkan, sebuah film pahlawan super yang tidak hanya mengandalkan ledakan CGI, tetapi juga memiliki "hati" dan selera humor yang sangat manusiawi.
Shazam! akan tayang menemani sahur Anda dini hari nanti pukul 02.00 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan sinopsisnya:
Film ini berpusat pada Billy Batson (Asher Angel), seorang remaja yatim piatu berusia 14 tahun yang licin dan penyendiri.
Hidup Billy berubah drastis ketika ia terpilih oleh seorang penyihir kuno untuk menjadi pewaris kekuatannya.
Hanya dengan meneriakkan satu kata "SHAZAM!" Billy bertransformasi menjadi pahlawan super dewasa (Zachary Levi).

Dia memiliki kekuatan enam dewa mitologi: kebijaksanaan Solomon, kekuatan Hercules, stamina Atlas, kekuatan Zeus, keberanian Achilles, dan kecepatan Mercury.
Namun, alih-alih langsung menjadi penyelamat dunia yang bijaksana, Billy menggunakan kekuatannya layaknya remaja pada umumnya.
Bersama saudara angkatnya yang fanatik pahlawan super, Freddy Freeman (Jack Dylan Grazer), mereka menguji batas-batas kekuatan tersebut dalam rangkaian adegan komedi yang sangat menghibur, mulai dari membeli bir hingga mencoba terbang demi konten media sosial.
Keberhasilan utama Shazam! terletak pada pundak Zachary Levi. Levi berhasil menangkap esensi "anak kecil dalam tubuh dewasa" dengan sangat meyakinkan.
Ia tidak berakting sebagai orang dewasa yang berpura-pura menjadi anak kecil; ia benar-benar memancarkan energi, kecanggungan, dan rasa takjub seorang remaja yang tiba-tiba memiliki otot baja.
Kontras antara performa Levi yang jenaka dan Asher Angel yang lebih emosional serta membumi memberikan kedalaman pada karakter Billy Batson.

Di sisi lain, Mark Strong memberikan performa yang solid sebagai antagonis utama, Dr. Thaddeus Sivana.
Sivana adalah cerminan gelap dari Billy, seorang pria yang menghabiskan seluruh hidupnya terobsesi dengan kekuatan yang pernah menolaknya.
Meskipun dipenuhi dengan humor, Shazam! pada intinya adalah film tentang pencarian makna keluarga.
Film ini berhasil mengeksplorasi konsep "found family" melalui dinamika di rumah asuh Billy.
Hubungan antara Billy dan saudara-saudara angkatnya memberikan bobot emosional yang jarang ditemukan dalam film adaptasi komik lainnya.
David F. Sandberg medapat pujian dalam menyisipkan elemen horor tipis, mengingat latar belakangnya sebagai sutradara Lights Out, terutama pada penggambaran "Seven Deadly Sins" yang cukup mengerikan, memberikan taruhan yang nyata bagi sang pahlawan muda.
Shazam! adalah bukti bahwa film pahlawan super tidak selalu harus tentang menyelamatkan alam semesta dari kehancuran total; terkadang, ini tentang seorang anak laki-laki yang belajar bahwa kekuatan sejati tidak datang dari petir, melainkan dari orang-orang yang ia sebut sebagai keluarga.