Terlepas diremehkan warga sendiri, dua senjata utama pertahanan udara Indonesia ini dijelaskan fungsinya.
Rudal QW-3
Rudal ini berbentuk tabung silinder dengan panjang lebih dari satu meter dan berwarna hijau zaitun khas militer.
Memiliki jangkauan efektif hingga sekitar enam kilometer untuk menyasar target udara jarak dekat.
Menggunakan sistem pencari panas (inframerah) untuk mengunci sasaran.
Dalam simulasi latihan, rudal ini terbukti mampu melumpuhkan sasaran berupa drone maupun flare.
Meriam Oerlikon
Merupakan meriam otomatis (autocannon) buatan perusahaan Swiss, Oerlikon, yang difungsikan sebagai senjata pertahanan udara jarak dekat atau anti-pesawat.
Senjata ini telah digunakan sejak era Perang Dunia II hingga saat ini, baik untuk pertahanan di kapal perang (naval gun), pangkalan militer, maupun dipasang pada kendaraan tempur tertentu.
Kaliber yang paling populer adalah 20 mm, namun tersedia juga varian 25 mm dan 35 mm. Salah satu model spesifik yang digunakan di Indonesia (misalnya di Lanud Supadio, Pontianak) adalah Oerlikon Skyshield Mark II.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah