Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

AS Boncos, Rudal Seharga Rp 60 Miliar Dihabisi Drone Murah Milik Iran

M Nurhadi

Selasa, 03 Maret 2026 | 11:53 WIB
AS Boncos, Rudal Seharga Rp 60 Miliar Dihabisi Drone Murah Milik Iran
Sebagai Ilustrasi - Aramoc, Drone Milik Iran [The Jerusalem Post]
baca 10 detik
  • Operasi Epic Fury menyoroti ketimpangan biaya antara drone Iran yang murah (US$35.000) dan rudal pencegat AS/Israel yang mahal (hingga US$4 juta).
  • Iran menggunakan ribuan drone untuk menyerang berbagai lokasi koalisi, memaksa penipisan stok rudal pencegat yang produksinya memakan waktu lama.
  • Militer mencari solusi pertahanan yang lebih ekonomis, seperti roket APKWS (US$28.000) dan sistem laser Iron Beam demi mengatasi tingginya tingkat konsumsi amunisi.

Suara.com - Eskalasi militer yang dikenal dengan sebutan Operasi Epic Fury kini mengungkap fakta pahit dalam peperangan modern: ketimpangan ekonomi yang ekstrem antara serangan dan pertahanan.

Saat militer Amerika Serikat (AS) dan Israel berusaha membentengi diri dari ribuan drone Iran, para perencana militer mulai mengkhawatirkan habisnya stok rudal pencegat (interceptor) yang harganya selangit.

Data intelijen yang dilansir via Al Jazeera menunjukkan bahwa satu unit drone Iran hanya membutuhkan biaya produksi sekitar US$35.000 (sekitar Rp550 juta).

Namun, untuk menjatuhkannya, pasukan koalisi harus menembakkan rudal pencegat yang harganya berkisar antara US$500.000 hingga US$4 juta (Rp7,8 miliar hingga Rp62 miliar) per tembakan.

Teheran secara cerdik memanfaatkan keunggulan jumlah. Dengan armada drone seri Shahed yang diperkirakan berjumlah 80.000 hingga 100.000 unit, Iran mampu meluncurkan gelombang serangan lebih dari 2.500 drone per hari.

Strategi ini memaksa AS dan sekutunya membagi konsentrasi pertahanan di berbagai titik:

  • Pangkalan Militer: Serangan menyasar basis AS di Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Arab Saudi.
  • Target Maritim: Kapal-kapal di Samudra Hindia turut menjadi sasaran.
  • Infrastruktur Energi: Fasilitas kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi sempat ditutup sementara akibat serangan ini.

Setiap rudal pencegat yang ditembakkan di satu lokasi berarti berkurangnya perlindungan di lokasi lain. Mengingat jumlah rudal pencegat bersifat terbatas (finite), strategi Iran bertujuan menciptakan celah pertahanan yang bisa ditembus oleh serangan berikutnya.

Kekhawatiran utama saat ini adalah kecepatan penggunaan amunisi yang melampaui kemampuan produksi. Kelly Grieco, pakar dari Stimson Center, memperingatkan bahwa stok rudal anti-balistik berada pada level yang mengkhawatirkan.

Sebagai gambaran, pada konflik musim panas 2025, AS menghabiskan sekitar 150 pencegat sistem THAAD hanya dalam 12 hari untuk melindungi Israel.

baca juga

Padahal, satu rudal THAAD berbiaya sekitar US$15 juta (Rp235 miliar) dan membutuhkan waktu tiga hingga delapan tahun untuk diproduksi kembali.

Presiden Donald Trump sendiri memprediksi perang ini akan berlangsung selama empat minggu.

Namun, dengan kebiasaan militer yang menembakkan dua hingga tiga rudal pencegat untuk satu target guna menjamin keberhasilan 100%, stok amunisi AS dikhawatirkan akan mencapai titik kritis dalam hitungan hari jika intensitas serangan tidak menurun.

Menghadapi pemborosan biaya ini, militer mulai melirik teknologi yang lebih ekonomis:

  • Roket APKWS: Memiliki tingkat akurasi tinggi dengan biaya hanya US$28.000 (Rp440 juta) per tembakan. Ribuan unit telah dikerahkan ke kawasan Teluk.
  • Iron Beam (Israel): Sistem laser ini hanya membutuhkan biaya beberapa dolar per tembakan. Sayangnya, sistem ini baru tersedia 1-2 unit dan hanya beroperasi di wilayah Israel.

Hingga Selasa (3/3/2026), Bulan Sabit Merah Iran melaporkan total 555 orang tewas di pihak Iran sejak serangan dimulai. Di pihak Israel, jumlah kematian meningkat menjadi 11 orang setelah serangan rudal menghantam sebuah sinagoge di Beit Shemesh.

Presiden Trump mengeklaim serangan koalisi sangat sukses hingga menyapu bersih jajaran elit politik Iran.

"Sebagian besar kandidat penerus telah tewas. Pemimpin baru nanti mungkin akan menjadi kejutan karena posisi kedua atau ketiga sudah tidak ada lagi," ujar Trump kepada ABC.

Meski demikian, Teheran tetap pada pendiriannya. Pejabat keamanan nasional Ali Larijani menegaskan Iran tidak akan menyerah maupun bernegosiasi, menyebut konflik ini sebagai perang total untuk kelangsungan hidup bangsa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inggris, Perancis, dan Jerman Rapatkan Barisan, Siap Gempur Jantung Militer Iran Bersama AS

Inggris, Perancis, dan Jerman Rapatkan Barisan, Siap Gempur Jantung Militer Iran Bersama AS

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 11:46 WIB

20 Rekomendasi Film dan Serial Perang Iran vs AS-Israel, Ada Homeland

20 Rekomendasi Film dan Serial Perang Iran vs AS-Israel, Ada Homeland

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:56 WIB

Staf Trump Sebut Iran Tak Pernah Targetkan AS, Perang Jadi Upaya Pengalihan Isu?

Staf Trump Sebut Iran Tak Pernah Targetkan AS, Perang Jadi Upaya Pengalihan Isu?

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:55 WIB

40 Anak Tewas di Minab Akibat Serangan: Cerita Warga Iran saat Serangan

40 Anak Tewas di Minab Akibat Serangan: Cerita Warga Iran saat Serangan

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:53 WIB

Bintang Timnas Iran Mehdi Taremi Dikabarkan Ingin Angkat Senjata Bela Negara

Bintang Timnas Iran Mehdi Taremi Dikabarkan Ingin Angkat Senjata Bela Negara

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:50 WIB

Kekayaan Ali Khamenei Diduga Tembus Rp 3.400 Kuadriliun, Lebih Kaya dari Indonesia?

Kekayaan Ali Khamenei Diduga Tembus Rp 3.400 Kuadriliun, Lebih Kaya dari Indonesia?

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:48 WIB

Terkini

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:39 WIB

×