5 Fakta Jepang yang Enggan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Kenapa?

Cesar Uji Tawakal

Selasa, 03 Maret 2026 | 06:15 WIB
5 Fakta Jepang yang Enggan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Kenapa?
Takaichi Sanae, Perdana Menteri Jepang. (Instagram)

Suara.com - Sikap Jepang dalam merespons konflik terbaru di Timur Tengah menarik perhatian global. Jepang enggan kutuk serangan Israel ke Iran, meskipun serangan tersebut dilakukan bersama Amerika Serikat dan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Alih-alih langsung mengambil posisi tegas, pemerintah Jepang memilih untuk berhati-hati dan fokus pada pengumpulan informasi.

Bagi Anda yang mengikuti dinamika geopolitik, langkah ini menunjukkan pendekatan diplomasi yang khas dari Jepang.

Jepang enggan kutuk serangan Israel ke Iran bukan tanpa alasan, melainkan karena mempertimbangkan hubungan internasional, stabilitas energi, hingga keselamatan warganya di kawasan konflik.

Berikut sejumlah fakta penting yang menjelaskan sikap tersebut, seperti Suara.com rangkum dari Kyodo News.

1. Jepang memilih sikap hati-hati dan menahan komentar

Perdana Menteri Sanae Takaichi tidak secara eksplisit mendukung maupun mengkritik serangan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Sikap ini mencerminkan strategi Jepang yang cenderung menghindari pernyataan yang dapat memperkeruh situasi.

Sebagai sekutu dekat Amerika Serikat, Jepang berada dalam posisi yang cukup rumit. Di satu sisi, mereka memiliki hubungan strategis dengan Washington.

Di sisi lain, Jepang juga menjaga hubungan baik dengan Iran selama bertahun-tahun. Karena itu, Jepang enggan kutuk serangan Israel ke Iran agar tidak merusak keseimbangan diplomatik yang sudah terjalin.

baca juga

"Kami akan bekerja dalam koordinasi dengan komunitas internasional untuk meredakan situasi lebih awal dan terus melakukan segala upaya diplomatik yang diperlukan", kata Takaichi.

2. Fokus utama pada keselamatan warga Jepang

Pemerintah Jepang langsung mengambil langkah cepat untuk melindungi warganya di kawasan Timur Tengah. Sanae Takaichi telah menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan keselamatan warga Jepang, termasuk yang berada di Iran.

Kementerian Luar Negeri Jepang juga telah mengimbau warganya untuk segera meninggalkan wilayah berisiko dan meningkatkan kewaspadaan.

3. Kekhawatiran besar terhadap jalur energi global

Salah satu alasan utama Jepang enggan kutuk serangan Israel ke Iran adalah ketergantungan besar mereka terhadap energi dari Timur Tengah. Jepang sangat bergantung pada impor minyak mentah, dan sebagian besar pasokan tersebut melewati Selat Hormuz.

Jika konflik ini berdampak pada penutupan atau gangguan di Selat Hormuz, maka distribusi energi global akan terganggu. Pemerintah Jepang pun telah memerintahkan analisis mendalam terkait dampak konflik terhadap transportasi laut dan udara.

4. Ancaman serius bagi ekonomi Jepang

Dampak ekonomi menjadi perhatian besar bagi Jepang. Seorang ekonom dari Nomura Research Institute memperkirakan bahwa lonjakan harga minyak dapat menekan produk domestik bruto Jepang hingga 0,65 persen.

Dalam skenario terburuk, jika Selat Hormuz benar-benar ditutup, harga minyak dunia bisa melonjak drastis. Bahkan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate diperkirakan bisa naik dari sekitar 60 dolar AS menjadi 140 dolar AS per barel.

Kenaikan ini akan berdampak langsung pada inflasi di Jepang, yang diperkirakan meningkat lebih dari 1 persen. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mendorong Jepang ke jurang resesi.

5. Jepang tetap dorong solusi diplomatik

Di tengah situasi yang memanas, Jepang tetap menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi menyatakan bahwa isu nuklir Iran sebaiknya diselesaikan melalui dialog, bukan kekerasan.

Dalam komunikasi dengan negara-negara G7, Jepang menegaskan bahwa Iran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir. Namun, pendekatan yang diambil tetap mengedepankan negosiasi dan kerja sama internasional.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketegangan di Timur Tengah Meningkat, Ini Kata Bahlil soal Pasokan BBM

Ketegangan di Timur Tengah Meningkat, Ini Kata Bahlil soal Pasokan BBM

Video | Senin, 02 Maret 2026 | 23:05 WIB

Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui

Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 00:24 WIB

MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace, Ketua MPR Bocorkan Sikap Prabowo

MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace, Ketua MPR Bocorkan Sikap Prabowo

Video | Senin, 02 Maret 2026 | 20:30 WIB

Perang Timur Tengah, Harga BBM RI Bakal Naik Drastis?

Perang Timur Tengah, Harga BBM RI Bakal Naik Drastis?

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 15:18 WIB

Menanti Tuhan yang Diam: Pergulatan Iman dalam Silence Karya Shusaku Endo

Menanti Tuhan yang Diam: Pergulatan Iman dalam Silence Karya Shusaku Endo

Your Say | Minggu, 01 Maret 2026 | 16:55 WIB

Terkini

Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini di Tengah Aksi Jual Asing

Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini di Tengah Aksi Jual Asing

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Arah Meja Kerja Pembawa Rezeki Berdasarkan Shio, Cek Panduan dan Tips Menatanya

Arah Meja Kerja Pembawa Rezeki Berdasarkan Shio, Cek Panduan dan Tips Menatanya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Pemprov DKI Kaji TransJakarta Laut, DPRD: Jangan Cuma Jadi Etalase

Pemprov DKI Kaji TransJakarta Laut, DPRD: Jangan Cuma Jadi Etalase

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:29 WIB

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing dan 2 Pejabat Pemkab Terkait Suhardiman Amby

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing dan 2 Pejabat Pemkab Terkait Suhardiman Amby

Riau | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Buntut Sel Mewah! Bebas Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Kembali Ditahan di Lapas Tangerang

Buntut Sel Mewah! Bebas Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Kembali Ditahan di Lapas Tangerang

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Jelang Balapan, Para Pembalap MotoGP Cek Lintasan Mandalika

Jelang Balapan, Para Pembalap MotoGP Cek Lintasan Mandalika

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Menperin Minta Penerapan SNI Dievaluasi, Biar Tak Jadi Beban Industri Ekspor

Menperin Minta Penerapan SNI Dievaluasi, Biar Tak Jadi Beban Industri Ekspor

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Selama Ini Petani Cuma Kebagian Ampas, Gubernur Lampung Rombak Rantai Pasok Kakao Rp150 T

Selama Ini Petani Cuma Kebagian Ampas, Gubernur Lampung Rombak Rantai Pasok Kakao Rp150 T

Lampung | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Merck Perkuat Bisnis Obat Resep di Tengah Berakhirnya Kontrak dengan P&G

Merck Perkuat Bisnis Obat Resep di Tengah Berakhirnya Kontrak dengan P&G

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:46 WIB

388 Warga Terdampak! Kebakaran di Kramat Pulo Senen Hanguskan 83 Rumah Tinggal

388 Warga Terdampak! Kebakaran di Kramat Pulo Senen Hanguskan 83 Rumah Tinggal

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:45 WIB

×