Suara.com - Video Batalyon Artileri Pertahanan Udara 21 Pasukan Gerak Cepat (Yon Arhanud 21 Pasgat) memperlihatkan senjata utama mereka dalam kegiatan Press Tour Media Dirgantara, satuan penjaga langit Yogyakarta menjadi sorotan.
Senjata yang menjadi andalan dalam mempertahankan wilayah udara Indonesia mendadak dibanding-bandingkan dengan negara lain.
Terdapat dua alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki yakni Meriam Oerlikon dan Rudal QW-3.
Kedua senjata ini merupakan komponen penting bagi satuan penjaga langit dalam menjalankan fungsi pertahanan udara di Indonesia.
Di tengah perang antara Iran vs AS-Israel, akun Instagram @_xiao_yan_32 membandingkan bentuk rudal dan meriam kepunyaan Indonesia dengan negara-negara lain.
Dia menuliskan caption dengan nada pesimis dengan sistem persenjataan di Indonesia.
"Dah lah selamatkan diri sendiri jalan terbaik. Gue orangnya terlalu pesimis," tulis akun tersebut.
Beragam komentar netizen juga muncul membahas tentang perbandingan senjata yang dimiliki tentara Indonesia dengan negara lain.
"Yang segede gaban + dikendalikan dari monitor dengan sistem yang canggih aja kadang masih meleset menghalau rudalnya, lah ini dipanggul, diketawain sama kuyang yang ada," komentar netizen.
"Isriwil yang Iron domenya aja canggih bisa tembus kena rudal Iran, lah ini ya Allah wkwkwk," netizen lain menangis sambil tertawa.
Hingga netizen mempermasalahkan senjata yang dibeli dari Swiss itu.
"Beli senjata kok dari Swis, itu negara aja enggak pernah perang dan enggak pernah mau perang alias netral," komentar netizen.
Sampai ada yang menyebut jika senjata andalan Indonesia seperti mainan anak-anak.
"Kayak mainan anak dari pipa wav*in 6"," imbuh seorang netizen.
Terlepas diremehkan warga sendiri, dua senjata utama pertahanan udara Indonesia ini dijelaskan fungsinya.
Rudal QW-3
Rudal ini berbentuk tabung silinder dengan panjang lebih dari satu meter dan berwarna hijau zaitun khas militer.
Memiliki jangkauan efektif hingga sekitar enam kilometer untuk menyasar target udara jarak dekat.
Menggunakan sistem pencari panas (inframerah) untuk mengunci sasaran.
Dalam simulasi latihan, rudal ini terbukti mampu melumpuhkan sasaran berupa drone maupun flare.
Meriam Oerlikon
Merupakan meriam otomatis (autocannon) buatan perusahaan Swiss, Oerlikon, yang difungsikan sebagai senjata pertahanan udara jarak dekat atau anti-pesawat.
Senjata ini telah digunakan sejak era Perang Dunia II hingga saat ini, baik untuk pertahanan di kapal perang (naval gun), pangkalan militer, maupun dipasang pada kendaraan tempur tertentu.
Kaliber yang paling populer adalah 20 mm, namun tersedia juga varian 25 mm dan 35 mm. Salah satu model spesifik yang digunakan di Indonesia (misalnya di Lanud Supadio, Pontianak) adalah Oerlikon Skyshield Mark II.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah