- Penyanyi Denada merespons gugatan penelantaran anak dari Ressa Rizky Rossano dengan membeberkan bukti tanggung jawab finansial.
- Denada menitipkan Ressa kepada kerabat di Banyuwangi sejak bayi karena khawatir stigma sosial bagi anak tanpa ayah.
- Denada mengaku menyesal atas keputusan masa lalu menitipkan Ressa dan menerima dipanggil 'Mbak' daripada memaksakan panggilan 'Ibu'.
Sang bibi, Ratih sempat menawarkan agar uang itu memotong jatah bulanan Ressa, namun Denada menolak.
"Tante Ratih waktu itu menghubungi aku, cerita bahwa Ressa sedang ada di satu situasi yang membutuhkan bantuan. Padahal saat itu aku lagi enggak ada duit, benar-benar enggak punya duit, aku lagi jual-jualin semua barang. Aku enggak pernah potong. Enggaklah, itu kan buat anak," jelasnya.
Menyesal dan Pasrah Dipanggil 'Mbak'
Seiring berjalannya waktu, skenario keluarga "ideal" yang dia rancang ternyata menjadi penyesalan terbesar dalam hidupnya. Denada sadar keputusannya di masa lalu adalah sebuah kekeliruan.
"Keputusan itu menurut aku keputusan yang salah. Kalau aku bisa memutar waktu kembali, aduh sudah benar kayaknya mestinya dulu tuh aku aja, sama aku aja," ucapnya.
Rasa penyesalan ini bahkan sempat dia utarakan sambil menangis kepada mendiang ibunya.
“Aku pernah bilang sama mama dan aku menyesal banget, ya Allah aku menyesal banget ngomong ini. Aku bilang sama mama, aku menyesal," lanjut Denada.
Kini, dengan segala konflik yang terjadi, dia memilih pasrah. Denada bahkan tidak memaksakan Ressa untuk memanggilnya 'Ibu' dan menerima panggilan 'Mbak' yang selama ini terucap.
"Kalau aku ditanya, aku tentunya ya kepenginnya dipanggil 'Ibu'. Tapi aku merasa aku enggak adil buat dia kalau ujug-ujug aku datang dan bilang 'Pokoknya panggil aku Ibu ya'. It's not fair menurut aku," tuturnya.
Menutup klarifikasinya, ibu dua anak ini memilih berserah dan menyadari ketidaksempurnaannya.
"Aku memang enggak bisa hadir di semua momen hidupnya, tapi aku lakukan apa yang aku mampu. Cukup enggak? Enggak, enggak cukup. Aku seharusnya lakukan lebih dari itu, dan itu kesalahanku," pungkas Denada.