- Selebgram Clara Shinta mendatangi Komnas Perempuan di Jakarta pada 4 Mei 2026 terkait dampak konflik rumah tangganya terhadap anak.
- Anak-anak Clara mulai menyadari ketidakharmonisan orang tuanya, sehingga ia menyusun skenario alasan pekerjaan untuk menjaga stabilitas mental sang buah hati.
- Clara menjalani pengobatan psikiater rutin dan menggugat cerai Muhammad Alexander Assad setelah memergoki suaminya melakukan perselingkuhan di Bangkok.
Suara.com - Di balik kisruh rumah tangga yang menjeratnya, selebgram Clara Shinta mengaku kondisi mental kedua buah hatinya menjadi perhatian utama.
Saat mendatangi Kantor Komnas Perempuan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 4 Mei 2026, Clara tak kuasa menahan kesedihan saat menyinggung dampak konflik orangtua terhadap anak-anaknya.
Clara mengakui bahwa kedua anaknya, anak kandung dan anak sambung, mulai menyadari adanya ketidakharmonisan dalam rumah tangganya dengan Muhammad Alexander Assad.
Meski dia berusaha menutupinya, perubahan rutinitas dan ketidakhadiran sang ayah di rumah membuat anak-anak mulai bertanya-tanya.
"Anak-anak sedih. Mereka belum mengerti sepenuhnya, tapi sudah bisa paham kalau papanya dengan maminya sedang tidak bersama," kata Clara Shinta dengan mata berkaca-kaca.
Untuk meredam kebingungan sang buah hati, Clara terpaksa menyusun skenario agar mental mereka tidak semakin terguncang.
Dia memilih untuk memberikan alasan pekerjaan sebagai jawaban atas ketidakhadiran suaminya di rumah.
"Kalau ditanya papanya di mana, saya bilangnya kerja. Bilang lagi sibuk atau lagi di luar kota. Kebetulan mereka juga sudah biasa kalau papanya keluar kota lama, jadi ya anak-anak menganggapnya seperti itu," tutur Clara.
Clara menyebut, anak kandungnya tetap tinggal serumah dengannya, namun anak sambungnya sekaligus anak kandung Alexander Assad, harus bolak-balik ke rumah ayah dan ibunya.
Di sisi lain, Clara mengungkapkan bahwa untuk menjaga stabilitas mentalnya sendiri agar tetap bisa menjalankan peran sebagai ibu, dia harus menjalani pengobatan rutin.
![Clara Shinta dan suami, Muhammad Alexander Assad. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/31/41278-clara-shinta-dan-muhammad-alexander-assad.jpg)
Dia mengakui saat ini masih berada dalam pengawasan psikiater dan mengonsumsi obat penenang agar tetap kuat menghadapi rangkaian masalah hukum yang menerpanya.
"Saya lagi dalam pengobatan rutin, sudah dua minggu ini minum obat dari psikiater. Karena obat itulah saya bisa jadi kuat dan lebih tenang saat harus bicara di depan publik, kalau tidak mungkin saya tidak sanggup," ujarnya.
Clara berharap, terlepas dari konflik hukum yang sedang dia hadapi dengan pihak lawan, kepentingan terbaik bagi anak-anaknya tetap menjadi prioritas.
Dia berusaha keras agar kekacauan yang terjadi saat ini tidak meninggalkan trauma berkepanjangan bagi masa depan buah hatinya.
"Saya ingin semuanya baik-baik saja. Anak-anak adalah sumber kekuatan saya, jadi saya harus berjuang untuk keadilan saya dan kebaikan mereka juga," tutur Clara.