- Memoar pribadi Aurelie Moeremans berjudul Broken Strings resmi akan diangkat ke layar lebar setelah melalui berbagai pertimbangan matang.
- Aurelie memilih rumah produksi berdasarkan kepedulian terhadap pesan cerita, bukan nilai komersial, guna mengedukasi publik tentang bahaya child grooming.
- Film ini akan menyoroti pengalaman kelam Aurelie saat menjadi korban manipulasi dan kekerasan oleh pria dewasa ketika ia masih berusia 15 tahun.
Suara.com - Kisah pribadi Aurelie Moeremans yang ditulis dalam buku bertajuk "Broken Strings" resmi akan diadaptasi menjadi sebuah film.
Kabar ini diumumkan langsung oleh Aurelie melalui saluran siaran di Instagram pada Jumat, 20 Maret 2026, setelah melalui serangkaian pertimbangan dan pertemuan dengan berbagai rumah produksi serta sutradara.
Dalam pengumumannya, Aurelie menekankan bahwa keputusannya tidak didasari oleh popularitas atau tawaran finansial.
"Setelah banyak banget pertimbangan, akhirnya aku memutuskan untuk membawa 'Broken Strings' ke layar film," tulis Aurelie Moeremans.
"Ini bukan keputusan yang aku ambil karena siapa yang paling menjanjikan viral, atau siapa yang berani bayar paling besar," lanjutnya.
Ibu satu anak ini memilih berdasarkan intuisi dan kepedulian tulus terhadap pesan yang ingin disampaikan dalam karyanya.
"Aku memilih berdasarkan feeling aku, siapa yang benar-benar peduli dengan ceritaku, yang mau menyampaikan pesan ini dengan jujur, dengan hati, bukan hanya karena hype," ujar Aurelie.
Memoar "Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth" dirilis secara digital pada awal tahun ini dan dengan cepat menjadi viral.
Buku ini berisi kisah nyata dan pengalaman pahit Aurelie sebagai korban grooming oleh seorang pria yang usianya hampir dua kali lipat darinya saat dia masih berusia 15 tahun.
Dalam memoarnya, dia secara terbuka menceritakan tentang manipulasi, kontrol, serta kekerasan emosional dan fisik yang dialaminya.
Sejak dirilis, "Broken Strings" telah memicu diskusi luas di kalangan masyarakat mengenai isu child grooming dan hubungan tidak sehat.
Keberanian Aurelie untuk berbagi kisahnya menuai banyak dukungan dan apresiasi dari publik. Popularitas buku ini bahkan menarik minat sejumlah rumah produksi untuk mengadaptasinya ke layar lebar.
Melalui adaptasi film ini, Aurelie berharap pesan dan kesadaran akan bahaya child grooming dapat menjangkau audiens yang lebih luas lagi. Dia ingin film ini dapat membantu orang lain agar tidak merasa sendirian dengan pengalaman serupa.
"Aku benar-benar excited untuk perjalanan ini. Dan aku berharap, dengan adanya film ini nanti, semakin banyak orang yang sadar akan bahaya child grooming, dan mungkin bisa membantu seseorang merasa tidak sendirian," tutup Aurelie dalam pengumumannya.
Meskipun detail mengenai rumah produksi, sutradara, maupun format filmnya belum diumumkan secara resmi, langkah ini menandai babak baru bagi "Broken Strings" untuk mentransformasi kisah pribadi yang kelam menjadi sebuah karya yang berpotensi memberikan dampak sosial yang lebih signifikan.