Selain itu, Daniel mengaku merasa tidak layak atas kasih yang diterimanya karena percaya Yesus telah menebus dosa-dosanya melalui pengorbanan besar.
"Dia harus mati di kayu salib untuk menebus dosa saya yang selama ini sudah... aduh borok banget," ujarnya.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa hingga kini Daniel Mananta masih teguh pada keyakinannya sebagai umat Katolik meski kerap berdialog dengan tokoh Muslim.
Sementara itu, sebagian warganet menilai pertanyaan lintas agama tidak selalu bermaksud memaksa, melainkan bentuk kepedulian terhadap orang lain.
Namun mereka sepakat bahwa batas etika tetap penting, terutama ketika jawaban yang diberikan tidak sesuai harapan penanya dalam diskusi sensitif.
Kontributor : Chusnul Chotimah