- Dwhinta Anggary ditemukan meninggal di kontrakan Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2026) oleh keluarganya sendiri.
- Keluarga mencurigai setelah Dwhinta tidak merespons panggilan karena seharusnya ia memulai bisnis kateringnya.
- Pelaku, mantan suami sirinya, Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad, telah diamankan polisi saat hendak melarikan diri.
Suara.com - Cucu Mpok Nori, Dwhinta Anggary meninggal dunia di tangan mantan suaminya, Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad.
Peristiwa ini terjadi di rumah kontrakan mereka kawasan Cipayung, Jakarta Timur pada.
Jenazah Dwhinta Anggary ditemukan tidak bernyawa di rumah kontrakannya pada Sabtu, 21 Maret 2026 sekira subuh.
Nurgiyanto, Ketua RT kemudian memberikan keterangan mengenai kronologi kejadian.
Ia mengaku dibangunkan oleh suara keributan dari pihak keluarga Dwhinta Anggary yang histeris.
![Nurgiyanto, Ketua RT di rumah almarhumah Dwhinta Anggary. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/23/50562-nurgiyanto-ketua-rt-di-rumah-almarhumah-dwhinta-anggary.jpg)
"Begitu dibangunkan ada teriakan keluarga, saya spontan langsung keluar," kata Nurgiyanto ditemui di rumahnya kawasan Cipayung, Jakarta Timur pada Senin, 23 Maret 2026.
Nurgiyanto menerangkan, keluarga menemukan jenazah Dwhinta Anggary dengan kondisi mengenaskan.
"Begitu langsung keluar, saya di TKP, itulah kejadiannya ya, ada almarhumah tergeletak," ucap Nurgiyanto.
Proses penemuan jenazah Dwhinta ini bermula dari kecurigaan pihak keluarga yang tidak kunjung mendapatkan kabar.
Dwhinta diketahui memiliki bisnis katering tersebut, seharusnya sudah mulai memasak pada malam hari untuk pesanan pelanggan.
![Rumah almarhumah Dwhinta Anggary, cucu Mpok Nori yang dibunuh suaminya kawasan Cipayung, Jakarta Timur pada Senin, 23 Maret 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/23/25991-rumah-almarhumah-dwhinta-anggary-cucu-mpok-nori.jpg)
"Dihubungi sama pihak keluarga, sama kakak dan ibunya, nggak ada respons," ungkap Nurgiyanto menjelaskan awal mula kecurigaan keluarga korban.
Karena merasa ada sesuatu yang tidak beres, ibu dan adik korban akhirnya mendatangi kontrakan Dwhinta.
Namun, pintu kontrakan dalam keadaan terkunci rapat sehingga mereka terpaksa mengambil tindakan darurat untuk masuk.
"Begitu juga digedor-gedor nggak ada respons juga, akhirnya mereka masuk paksa lewat jendela," terang Nurgiyanto mengenai aksi nekat keluarga korban demi menyelamatkan Dwhinta.
Begitu berhasil masuk melalui jendela, pemandangan memilukan langsung tersaji di depan mata ibu dan adik korban.