Dandhy Laksono Kembali Bersuara Lewat Menolak Punah: Potensi Ledakan Penyakit Akibat Fashion Modern

Ferry Noviandi, Rena Pangesti

Sabtu, 04 April 2026 | 20:18 WIB
Dandhy Laksono Kembali Bersuara Lewat Menolak Punah: Potensi Ledakan Penyakit Akibat Fashion Modern
Film dokumenter Menolak Punah garapan Dandhy Laksono kini tengah tayang di Balai Budaya Jakarta, Menteng, Jakarta dari 4-9 April 2026. [Instagram]
baca 10 detik
  • Dandhy Laksono merilis film dokumenter Menolak Punah pada 4 April 2026 di Jakarta terkait bahaya limbah plastik pakaian.
  • Film tersebut menyoroti kandungan poliester pada pakaian yang berisiko menyebabkan penyakit kronis serta masalah kesehatan jangka panjang masyarakat.
  • Dokumenter ini mendorong penggunaan kembali serat kapas lokal sebagai solusi ramah lingkungan untuk meminimalisir dampak mikroplastik bagi manusia.

Fenomena soal dampak dari plastik dan polyester terhadap kesehatan juga lingkungan inilah yang menjadi sorotan dalam film Menolak Punah.

Di tengah fakta yang cukup ironis, film ini juga memberikan solusi bagaimana meminimalisir penyebaran busana berbahan plastik dan polyester.

Pertama, melihat mengenai bahan yang terkandung pada baju yang dibeli. Selanjutnya, menekan jumlah pembelian baju.

Dandhy Laksono, sutradara dalam film Menolak Punah mengatakan, jika masyarakat tidak memberikan rasa waspada terhadap fenomena ini, maka dikhawatirkan penyakit tersebut bisa menyerang mereka.

Hal itu dipaparkan usai acara nobar Menolak Punah sekaligus diskusi yang digelar di Balai Budaya, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu, 4 April 2026.

"Jika kita kaitkan dengan isu public health atau kesehatan manusia dan ya dengan paparan mikroplastik sebesar itu, program MBG atau BPJS enggak akan sanggup menghadapi ledakan masalah penyakit degeneratif di kemudian hari," kata Dandhy Laksono.

"Bahkan kalau MBG enggak dikorupsi pun atau MBG bukan ATM politik pun, MBG dikerjain benar saja enggak akan sanggup mengantisipasi ledakan penyakit degeneratif itu," imbuhnya.

Penasaran seperti apa film Menolak Punah? Penayangan film Dokumenter ini masih berlangsung di Balai Budaya dari 4-9 April 2026.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diskusi Buku Dibubarkan, Guru Besar UII Sebut Aparat Anti Sains dan Mengancam Demokrasi

Diskusi Buku Dibubarkan, Guru Besar UII Sebut Aparat Anti Sains dan Mengancam Demokrasi

News | Senin, 22 Desember 2025 | 17:16 WIB

Dibubarkan Sebelum Diskusi Dimulai, Buku Reset Indonesia Dianggap Ancaman?

Dibubarkan Sebelum Diskusi Dimulai, Buku Reset Indonesia Dianggap Ancaman?

Liks | Senin, 22 Desember 2025 | 18:26 WIB

Kenapa Dinamakan Dirty Vote II o3? Makna Otot, Otak, Ongkos di Karya Dandhy Laksono

Kenapa Dinamakan Dirty Vote II o3? Makna Otot, Otak, Ongkos di Karya Dandhy Laksono

Lifestyle | Senin, 20 Oktober 2025 | 14:30 WIB

Profil 4 Pemeran Film Dirty Vote II o3, Rekam Jejak Pendidikan Prestisius

Profil 4 Pemeran Film Dirty Vote II o3, Rekam Jejak Pendidikan Prestisius

News | Senin, 20 Oktober 2025 | 13:12 WIB

Link Nonton Dirty Vote II o3 Karya Dandhy Laksono, Gratis Full Movie

Link Nonton Dirty Vote II o3 Karya Dandhy Laksono, Gratis Full Movie

Lifestyle | Senin, 20 Oktober 2025 | 12:22 WIB

Film Dokumenter Dirty Vote 2 Bahas Apa? Karya Dandhy Laksono Bakal Segera Rilis

Film Dokumenter Dirty Vote 2 Bahas Apa? Karya Dandhy Laksono Bakal Segera Rilis

Lifestyle | Minggu, 19 Oktober 2025 | 10:14 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×