- Virgoun menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri pada 2 April 2026 terkait laporan kasus akses ilegal mantan istrinya.
- Virgoun membantah merebut hak asuh anak dan menyatakan bahwa tindakan membawa anak bertujuan melindungi mereka dari gejolak emosi.
- Virgoun dan Inara Rusli kini sepakat menjalankan pola asuh bersama demi menjaga psikologis serta masa depan anak-anak mereka.
Suara.com - Usai menjalani pemeriksaan polisi terkait kasus dugaan illegal access yang dilayangkan mantan istrinya, Inara Rusli, musisi Virgoun memberikan klarifikasi mengenai hubungannya dengan anak-anaknya.
Virgoun menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah melindungi kondisi psikologis buah hatinya, terutama dari pengaruh buruk lingkungan dan jejak digital media.
Pria 39 tahun ini meluruskan kabar miring yang sempat menyebut dirinya berupaya mengambil paksa anak-anak dari Inara.
Virgoun menjelaskan, keputusan membawa ketiga anaknya beberapa waktu lalu dilakukan semata-mata untuk mengamankan mereka dari gejolak emosi dan pemberitaan saat kasus dugaan perzinaan Inara mulai mencuat ke publik.
"Anak-anak sudah sama Inara kok. Karena kalau untuk hak asuh sudah final kemarin, saya ikut keputusan pengadilan. Putusan cerai kemarin saya nggak ada niat buat ambil alih segala macam," kata Virgoun saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri pada Kamis, 2 April 2026.

"Cuma kemarin karena lagi viral dan saya yakin emosi dia (Inara) lagi enggak stabil, saya enggak mau itu berdampak ke anak-anak. Makanya anak-anak saya ambil sementara. Sekarang sudah dipulangin," tambahnya.
Selama "mengamankan" anak-anak, pelantun lagu Surat Cinta untuk Starla tersebut memilih untuk tinggal di apartemen ketimbang membawa mereka ke rumah pribadinya.
Keputusan ini diambil karena dia merasa lingkungan rumahnya tidak kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak yang masih kecil.
"Saya harus ngungsiin anak-anak ke apartemen karena maminya anak-anak enggak mau (anak-anaknya) kena asap rokok katanya. Dari awal anak-anak sama saya tuh enggak di rumah karena ada om-nya, ada bapak saya, ada banyak teman-teman saya yang laki-laki juga yang kalau ngomong bercandanya enggak pakai jeda, ketawa-ketawa," jelas Virgoun.
Fokus pada Co-Parenting dan Jejak Digital
Meski laporan hukum mengenai akses ilegal data elektronik tetap berjalan di Bareskrim, Virgoun mengaku komunikasi dengan Inara perlahan mulai membaik. Keduanya kini sepakat menjalankan pola asuh bersama atau co-parenting demi kepentingan ketiga anak mereka.
"Sudah mulai bagus lagi komunikasinya. Kalau pembantu lagi pada pulang, kita tek-tokan, saya kirim pembantu ke sana. Saya percaya anak-anak butuh ibunya sampai umur belasan, kita co-parenting saja sampai anak-anak gede," ungkapnya.
Namun, di balik upaya tersebut, Virgoun menyimpan kecemasan besar terhadap masa depan anak-anaknya di dunia digital.
Dia mengkhawatirkan dampak dari pemberitaan masif mengenai perselisihan orang tuanya yang akan tetap tersimpan di internet hingga anak-anak mereka dewasa kelak.
"Yang saya cemaskan adalah ke depannya jejak digital yang kalian tinggalkan untuk anak-anak saya itu menurut saya agak ngeri. Mohon teman-teman media lebih bijaklah ya, terlepas dari apa yang saya bikin salah dulu, cuma pikirin anak-anak saya," imbuh Virgoun.