Suara.com - Interaksi antara Aldi Taher dan Ustaz Abu Takeru baru-baru ini menjadi sorotan publik di media sosial.
Berawal dari kebiasaan Aldi yang sering menyisipkan frasa "semuanya milik Allah" dalam berbagai unggahannya, Ustaz Abu Takeru memberikan teguran terbuka yang sarat akan ilmu Tauhid dan adab.
Meskipun mengapresiasi semangat Aldi dalam mempromosikan usahanya, Ustaz Abu Takeru memberikan beberapa catatan penting mengenai cara menempatkan nama Allah dalam kalimat.
Berikut adalah poin-poin utama kritik yang disampaikan oleh sang Ustaz:
1. Pentingnya Adab dalam Menyebut Nama Allah
Ustaz ini menekankan berbicara tentang Sang Pencipta memerlukan etika yang tinggi.
Dia mengingatkan agar tidak asal menghubungkan kondisi negatif manusia dengan Allah secara langsung.
"Tapi mohon untuk lebih beradab lagi ya, jangan nyebut stres semuanya milik Allah, aspun semuanya milik Allah. Jadi ada adab kalau kita berbicara tentang Allah," tegas Ustaz Abu Takeru.
2. Larangan Menisbatkan Keburukan kepada Sang Pencipta
Meskipun meyakini bahwa Allah adalah pencipta segala sesuatu, secara adab tidak diperbolehkan mengaitkan Allah dengan hal-hal yang dianggap buruk oleh manusia.
"Maka jangan bilang Allah Tuhan stres, Allah pemilik stres, Allah pemilik ini itu. Nah, untuk hal-hal yang sifatnya tuh buruk menurut manusia walaupun kita yakin itu Allah yang menciptakan, tapi jangan bilang kayak gitu ke Allah enggak sopan ya," tambahnya.
3. Slogan "Semuanya Milik Allah" Hanya untuk Hal Baik
Ustaz Abu Takeru memberikan edukasi penyebutan tersebut seharusnya hanya dikhususkan untuk perkara yang positif.
"Jadi, mohon komen-komentar yang semuanya milik Allah, semuanya milik Allah itu hanya dikhususkan untuk perkara-perkara yang baik. Adapun untuk perkara-perkara yang buruk walaupun kita yakin itu Allah yang menciptakan Tapi jangan dinisbatkan ke Allah," jelasnya lagi.
Menanggapi kritikan tersebut, Aldi Taher tidak menunjukkan sikap defensif.