- Seorang suami di Pati merobohkan rumah dengan excavator karena sakit hati istri menerima lamaran pria lain saat proses cerai belum selesai.
- Perobohan bangunan tersebut merupakan hasil kesepakatan kedua belah pihak setelah mediasi pembagian harta gono-gini menemui jalan buntu.
- Insiden ini dipicu oleh sikap istri yang melangkahi proses hukum pernikahan (belum sah cerai) sehingga memancing emosi sang suami.
Suara.com - Sebuah video viral perlihatkan detik-detik dramatis robohnya sebuah rumah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah
Bukan karena bencana alam, bangunan yang menjadi saksi bisu perjalanan rumah tangga itu sengaja diratakan dengan tanah menggunakan alat berat excavator.
Aksi nekat ini dipicu rasa sakit hati seorang suami yang tak terbendung. Dalam narasi yang disertakan di video, sang istri telah menerima lamaran dari pria lain, padahal status pernikahan mereka secara hukum masih dalam proses perceraian.
Kejadian yang berlangsung cepat ini menyedot perhatian warga sekitar dan netizen. Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah tersebut merupakan hasil kerja keras pasangan suami istri ini selama bertahun-tahun.
Namun, biduk rumah tangga yang retak membawa mereka ke meja hijau. Di tengah proses perceraian yang belum menemui ketuk palu hakim, sang suami mendapatkan kabar sang istri sudah menerima pinangan pria lain untuk segera menikah kembali.
Sang suami jelas kecewa. Ia merasa tak dihargai sebagai suami karena perceraian mereka belum sah di mata hukum.
Sementara Aksi perobohan rumah ini ternyata bukan dilakukan secara ilegal atau mendadak tanpa pembicaraan.
Tokoh masyarakat setempat mengungkapkan bahwa kedua belah pihak sebelumnya telah menjalani proses mediasi.
Dalam mediasi tersebut, muncul berbagai opsi mengenai pembagian harta gono-gini (harta bersama). Namun, karena ego yang sama-sama kuat dan luka hati yang sulit disembuhkan, kedua pihak menyepakati merobohkan rumah.
Video excavator yang menghancurkan dinding-dinding kokoh rumah tersebut memancing ribuan komentar dari netizen. Sebagian besar merasa prihatin dengan kondisi psikologis sang suami, namun tak sedikit pula yang mempertanyakan sikap sang istri.
"Ini lebih ke hati yang sudah hancur berkeping-keping. Rumah bisa dibangun lagi, tapi kepercayaan yang dihancurkan itu beda ceritanya," tulis salah satu netizen.
Ada juga komentar bernada satir mengenai pria yang melamar sang istri. "Saya jamin cowok yang lamar ceweknya langsung kabur, karena rumahnya sudah nggak ada. Modal cinta aja nggak cukup kalau lihat drama begini," celetuk netizen lainnya.
Komentar lain yang menyoroti sisi etika juga bermunculan. "Belum cerai secara sah, tapi sudah menerima lamaran pria lain itu sangat membagongkan (membingungkan). Harusnya sabar sedikit sampai urusan hukum selesai agar tidak memancing emosi seperti ini," tegas seorang pengguna media sosial.