Suara.com - Ustaz Abdul Somad mendadak membagikan potret-potretnya bareng Jusuf Kalla di akun Instagram @ustadzabdulsomad_official.
Potret-potret tersebut diambil pada 2018, saat Ustaz Abdul Somad alias UAS berbincang dengan Jusuf Kalla yang kala itu masih menjabat sebagai Wakil Presiden di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta.
Unggahan Instagram UAS pada Selasa, 14 April 2026 itu juga disertai dengan caption cukup panjang berbentuk puisi.
Secara garis besar, puisi yang ditulis UAS memuji orang Bugis-Makassar sebagai bangsa pelaut yang pemberani, teguh memegang agama Islam, cerdas, dan memiliki harga diri yang tinggi.
Orang Bugis-Makassar, salah satunya adalah Jusuf Kalla, dinilai UAS adalah tipe yang lebih suka membuktikan sesuatu dengan aksi nyata daripada sekadar kata-kata manis.
"Bugis-Makasar berdakwah dengan tiga. Ujung Badik, ujung lidah dan ujung pena," adalah salah satu baris yang puisi yang dituliskan UAS.
"Mereka tak pandai berbasa-basi. Dari Jenderal Yusuf, KH Ali Yafi sampai Habibi," lanjutnya.
UAS juga menyinggung rencana jahat atau makar yang ditanggapi orang Bugis-Makassar dengan senyuman.
"Ada yang marah. Karena makar tercium sudah. Layangkan senyum tipis merona. Supaya yang marah makin terpesona," pungkas UAS.
Menanggapi unggahan tersebut, warganet menganggapnya sebagai pembelaan UAS terhadap Jusuf Kalla.
![Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Bareskrim Polri pada Rabu (8/4/2026) [Suara.com/Tim Media JK]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/08/97805-jusuf-kalla.jpg)
Sebagaimana diketahui, Jusuf Kalla tengah mengadapi tuduhan penistaan agama karena potongan video ceramahnya yang jadi viral.
Dalam ceramahnya di Universitas Gadjah Mada pada Maret 2026, Jusuf Kalla rupanya menyinggung soal agama kerap memperkeruh konflik seperti di Poso dan Ambon.
"Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik, kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya, Islam dan Kristen, berpendapat mati atau menewaskan orang, mati atau mematikan, itu syahid," ujar Jusuf Kalla kala itu.
"Semua pihak, Kristen juga berpikir begitu, kalau saya bunuh orang Islam saya syahid, kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti kalau konfliknya orang membawanya ke agama," sambungnya.
Pernyataan Jusuf Kalla lantas dilaporkan GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia), Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dan Horas Bangso Batak (HBB) ke pihak berwajib.