- Kepolisian Victoria di Melbourne sedang menyelidiki tuduhan pelecehan seksual yang melibatkan penyanyi Katy Perry terhadap aktris Ruby Rose.
- Insiden tersebut dilaporkan terjadi saat acara sosial di Melbourne pada tahun 2010 saat Perry melakukan tur promosi.
- Tim khusus kepolisian kini meninjau bukti dan keterangan saksi untuk menindaklanjuti laporan resmi yang diajukan Ruby Rose.
Suara.com - Bintang pop dunia Katy Perry kini tengah berada di bawah pengawasan hukum di Australia.
Detektif dari Kepolisian Victoria, Australia dilaporkan sedang menyelidiki tuduhan pelecehan seksual yang melibatkan penyanyi "Roar" tersebut terhadap model dan aktris asal Negeri Kanguru tersebut.
Kasus ini mencuat kembali setelah adanya laporan resmi terkait insiden yang diduga terjadi pada tahun 2010 di Melbourne.
Saat itu, Katy Perry tengah berada di Australia dalam rangka promosi album dan tur dunianya, sementara Ruby Rose merupakan salah satu VJ populer di MTV Australia.
Penyelidikan oleh Tim Khusus
![Kasus pelecehan seksual yang dilaporkan Ruby Rose terhadap Katy Perry kini tengah diselediki pihak berwajib Asutralia. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/16/99898-ruby-rose.jpg)
Penyelidikan ini ditangani secara serius oleh detektif dari Sexual Offences and Child Abuse Investigation Team (SOCIT) atau Tim Investigasi Pelanggaran Seksual dan Pelecehan Anak yang berbasis di Melbourne.
Menurut sumber kepolisian, tim SOCIT tengah meninjau bukti-bukti dan keterangan terkait peristiwa yang terjadi lebih dari satu dekade lalu tersebut.
Meski insiden ini sudah lama berlalu, hukum di Australia memungkinkan penyelidikan atas pelanggaran seksual dilakukan tanpa batasan waktu (statute of limitations) jika bukti-bukti dianggap cukup untuk ditindaklanjuti.
Detail Tuduhan
Meskipun detail spesifik mengenai kronologi kejadian belum dibuka sepenuhnya untuk publik demi kepentingan penyelidikan, laporan yang beredar menyebutkan bahwa insiden tersebut terjadi di sebuah acara sosial di Melbourne pada tahun 2010.
Ruby Rose, yang dikenal lewat perannya dalam serial Orange Is the New Black, sebelumnya pernah memberikan isyarat di media sosial mengenai perilaku tidak menyenangkan dari Perry di masa lalu.
![Katy Perry dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap artis Australia, Ruby Rose pada 2010. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/16/67694-katy-perry.jpg)
Saat itu di Instagram, Ruby mengaku Katy Perry melakukan hal menjijikan terhadap dirinya.
"Dia melihatku bersandar di pangkuan sahabatku untuk menghindarinya, membungkuk, menyingkirkan pakaian dalamnya, dan menggesekkan vaginanya yang menjijikkan ke wajahku sampai aku membuka mata dan muntah di atasnya," tulis Ruby di media sosialnya.
Awalnya, Ruby tak mau mempermasalahkan cerita tersebut dan dia anggap sebagai cerita konyol ketika sedang mabuk.
Namun belakangan, bintang film John Wick 2 ini harus melaporkannya kepada pihak berwajib.
Namun, baru kali ini kasus tersebut masuk ke ranah hukum formal dengan keterlibatan unit investigasi khusus kepolisian.
Respons Pihak Terkait
Hingga berita ini diunggah, pihak manajemen Katy Perry belum memberikan pernyataan resmi terkait penyelidikan yang sedang berlangsung di Melbourne.
Perry sendiri baru-baru ini tengah disibukkan dengan peluncuran karya musik terbarunya, yang kini terbayangi oleh kabar hukum ini.
Di sisi lain, Kepolisian Victoria memberikan pernyataan singkat bahwa mereka tidak akan mengomentari detail penyelidikan yang sedang berjalan untuk menjaga integritas proses hukum dan privasi pihak-pihak yang terlibat.
"Kami mengonfirmasi bahwa detektif dari SOCIT sedang menyelidiki laporan mengenai insiden yang terjadi pada tahun 2010. Karena penyelidikan masih aktif, kami tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut," ujar juru bicara Kepolisian Victoria.
Dampak pada Karier
Kasus ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi Katy Perry dalam beberapa tahun terakhir.
Jika penyelidikan ini berlanjut ke tahap penuntutan, hal ini bisa berdampak signifikan pada citra publik sang penyanyi, terutama di tengah gerakan global yang menuntut akuntabilitas atas perilaku pelecehan seksual di industri hiburan.
Para ahli hukum di Australia memprediksi bahwa proses ini akan memakan waktu lama, mengingat detektif harus melacak saksi-saksi yang hadir pada peristiwa 16 tahun silam tersebut.