Suara.com - Yulia Baltschun mengungkap perasaannya di media sosial menyusul pengakuan Scot Humphreys sang suami telah berselingkuh.
Pengusaha dan jebolan ajang MasterChef Indonesia ini awalnya tidak ingin pemberitaan tersebut menjadi ramai karena dia bukan tipe orang yang suka curhat di media sosial.
"Terima kasih buat support-nya ya, Guys. Aku enggak bisa cerita banyak dan aku enggak mau cerita banyak karena aku bukan tipikal orang yang suka curhat di sosmed sebenarnya," kata Yulia Baltschun lewat video yang diunggah di Instagram Story Kamis kemarin, 16 April 2026.
"Cuma itu memang suami aku yang duluan inisatif buat upload, aku enggak suruh, aku enggak minta. Jadi karena udah keburu ramai, ya udah gitu," ungkapnya.
Yulia Baltschun tak menampik perasaannya hancur lebut begitu mengetahui sang suami main serong.
Bahkan ia menyebut diselingkuhi lebih sakit ketimbang saat kehilangan anaknya dulu.
"Cuma yang bisa aku bilang, aku pernah kehilangan anak. Dan waktu anak aku meninggal, itu sakit banget. Tapi kalau yang sakit dikhianati, buat aku itu lebih menghancurkan ke mental sih," ujar Yulia blak-blakan.
"Karena waktu anak aku meninggal, meskipun sakit aku masih bisa makan. Kalau ini, aku nggak bisa ngejelasin. Kehilangan anak memang lebih menderita, tapi ini lebih menghancurkan jiwa," katanya lagi.

Kabar Yulia Baltschun diselingkuhi suami untuk kedua kalinya ini tengah ramai diperbincangkan di media sosial.
Scot sadar apa yang dilakukannya salah, terutama karena Yulia telah memaafkan dan memberikannya kesempatan kedua ketika dia berselingkuh dulu.
Dia pun mengaku akan bertanggung jawab sepenuhnya dan siap menerima segala konsekuensi atas perbuatannya.
Yang lebih menyakitkan, Yulia mengetahui kalau sang suami berencana membawa selingkuhannya ke hotel di Kyoto, tempat bulan madu kedua mereka dulu.
Sebelum tahu dirinya diselingkuhi, influencer yang memiliki hampir 1 juta followers di Instagram ini bahkan sempat mengedit foto menua bersama suaminya dengan AI.
"Kau menghancurkan hatiku begitu dalam, sehingga sekarang bernapas pun terasa asing, seperti ada sesuatu di dalam diriku yang mencekik dan aku tidak tahu bagaimana menghentikannya," pungkas Yulia Baltschun.