- Gus Miftah membantah tudingan "menjilat" dan menegaskan bahwa pujiannya kepada Presiden Prabowo didasari keyakinan atas keberhasilan diplomasi nyata.
- Gus Miftah menyebut harga BBM stabil karena peran Prabowo, Sugiono, dan Bahlil yang berhasil melobi pembukaan jalur Selat Hormuz bagi kapal Pertamina.
- Ceramah tersebut viral dan menuai hujatan karena netizen menganggap Gus Miftah terlalu berlebihan memuji pemerintah sebagai bentuk balas budi dukungan politik.
Suara.com - Pendakwah Miftah Habiburrahman atau Gus Miftah menanggapi ceramahnya yang viral terkait diplomasi selat Hormuz. Ia dinilai netizen 'menjilat' Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kamis, 6 April 2026, Gus Miftah membantah memuji kinerja Prabowo tanpa dasar. Loyalitas dirinya kepada sang presiden kata dia bukan pada faktor kedekatan, melainkan keyakinan.
"Loyalitas saya bukan karena kedekatan tapi karena keyakinan. Kita sama-sama mengetahui bahwa Presiden melalui Menteri Luar Luar Negeri Pak Sugiono dan Menteri ESDM Pak Bahlil berhasil melakukan diplomasi agar membuka jalur Hormuz untuk Indonesia," kata Gus Miftah dalam keterangannya, Kamis, 16 April 2026.
Lebih lanjut kata Gus Miftah, ceramahnya soal kepemimpinan Prabowo bukan sekadar momentum, tapi penegasan kalau dirinya berdiri di barisan nilai mendukung pemerintah yang kuat dan berpihak pada rakyat.

"Saya tidak sekadar berbicara, tapi berdiri tegak dalam barisan yang sama untuk mengawal kepemimpinan yang berorientasi pada masa depan Indonesia," ujarnya.
Dirujak netizen
Sebelumnya diberitakan, Gus Miftah dihujat netizen karena dianggap 'menjilat' Presiden Prabowo Subianto usai bercemarah terkait diplomasi Selat Hormuz.
Dalam video yang viral, Gus Miftah sedang membahas rahasia di balik stabilnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia yang tidak mengalami kenaikan.
Menurut Gus Miftah, ternyata tidak naiknya harga BBM berkaitan erat dengan peran diplomasi internasional yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Gus Miftah saat ceramah di acara pengajian akbar Halal Bi Halal di Pekijingan, Krasakageng, Sragi Pekalongan pada 6 April 2026.
"Hebatnya Pak Prabowo apa? Di saat semua kapal yang melintas dicegat Iran, dua kapal Pertamina yang membawa minyak, atas diplomasi Pak Prabowo, kapal Indonesia boleh melewati Selat Hormuz. Itulah salah satu penyebab kenapa BBM Indonesia tidak naik," kata Gus Miftah dengan suara lantang.
Menurut Gus Miftah, tanpa adanya diplomasi yang kuat dari Prabowo, pasokan minyak nasional bisa terganggu, yang secara otomatis akan memicu kenaikan harga BBM di dalam negeri.
Keberhasilan ini dianggapnya sebagai bukti kapasitas kepemimpinan Prabowo dalam menjaga kedaulatan energi.
Namun, ceramah Gus Miftah ini ditanggapi negatif oleh netizen. Dia dianggap memuji Prabowo hanya karena sebagai pendukungnya di Pilpres 2024.