- Sejumlah siswa melakukan aksi tidak terpuji dengan mengolok-olok guru dan videonya viral pada Jumat, 17 April 2026.
- Pihak sekolah memberikan sanksi skorsing selama 19 hari kepada siswa tersebut setelah memanggil orang tua mereka.
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan hukuman edukatif berupa membersihkan fasilitas sekolah untuk membentuk karakter siswa tersebut.
Suara.com - Media sosial dihebohkan dengan aksi tidak terpuji sejumlah siswa terhadap gurunya.
Mereka mengolok-olok dengan mengacungkan jari tengah hingga menjulurkan lidah.
Video tersebut hadir di akun Instagram @mediakilat_pwk pada Jumat (17/4/2026).
Peristiwa ini langsung memancing reaksi keras sang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
"Iya, saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan kronologinya saya sudah mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Pendidikan," kata Dedi Mulyadi di Instagram pada Sabtu, 18 April 2026.
Kabarnya, pihak sekolah sudah memanggil orangtua siswa yang bersangkutan untuk dimintai pertanggungjawaban.
"Anak tersebut orangtuanya sudah dipanggil ke sekolah, orangtuanya nangis, merasa menyesal atas tindakan anaknya," ujar mantan Bupati Purwakarta tersebut.
Saat ini, pihak sekolah telah memberikan sanksi kepada siswa tersebut. Murid yang mengolok-olok guru itu dilarang masuk sekolah untuk sementara waktu.
"Selanjutnya sekolah sudah memberikan skorsing selama 19 hari, anak itu mendapat bimbingannya di rumah," ucap Dedi Mulyadi.
Namun, politisi yang akrab disapa Kang Dedi ini kurang setuju dengan sanksi skorsing yang diberikan.
Dedi Mulyadi lebih menyarankan agar siswa tersebut tetap datang ke sekolah, namun menjalani hukuman fisik yang edukatif.
Ia ingin sang anak merasakan konsekuensi nyata atas perbuatan tidak sopannya.
"Diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu dalam setiap hari dan membersihkan toilet," tuturnya memberikan usul.
Hukuman membersihkan fasilitas umum ini diusulkan berjalan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Dedi Mulyadi ingin melihat apakah ada perubahan perilaku yang signifikan dari sang murid.