- Perseteruan dimulai saat Bobon Santoso secara terbuka mendukung pelaku pemukulan Bro Ron karena mempercayai klaim adanya makian rasis.
- Bro Ron menantang balik keterlibatan Bobon, mengingat insiden pemukulan terjadi saat ia sedang mendampingi karyawan menuntut hak gaji.
- Setelah disenggol balik, Bobon memilih menarik diri dari keributan media sosial dan menyatakan ingin fokus pada konten memasaknya.
Suara.com - Jagat media sosial diguncang perseteruan terbuka antara dua sosok populer, YouTuber kuliner ekstrem Bobon Santoso dan Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A. Sinaga alias Bro Ron.
Konflik ini bermula dari komentar Bobon yang dianggap 'pasang badan' untuk pelaku pemukulan terhadap Bro Ron dalam sebuah insiden. Bobon mengomentari video klarifikasi pelaku pemukulan yang beredar luas.
Dalam video itu, sang pelaku memberikan pembelaan bahwa dirinya terprovokasi oleh ucapan Bro Ron.
Ia mengeklaim telah dimaki dengan kata-kata rasis yang sangat kasar.
Pelaku mengaku dikatai dengan sebutan, "Kamu budak, anjing, kamu ambon monyet." Pengakuan sepihak ini rupanya menarik perhatian Bobon Santoso.
Melalui kolom komentar di unggahan video klarifikasi tersebut, Bobon secara mengejutkan menyatakan dukungannya kepada sang terduga pelaku. Bobon menuliskan komentar pedas yang langsung menyasar personal Bro Ron.
"Percaya abang ini. Bro selalu cari panggung," tulis Bobon singkat, namun berhasil menyulut api perselisihan.
Tak butuh waktu lama bagi Bro Ron untuk bereaksi. Pengusaha sekaligus politisi yang dikenal vokal ini segera mengunggah tangkapan layar komentar Bobon ke akun media sosial pribadinya.
Seolah memberikan peringatan, Bro Ron menyematkan pesan singkat di bagian caption.
"Bon, yakin mau ikutan?" tulis Bro Ron, menantang Bobon untuk benar-benar masuk ke dalam pusaran masalah hukum dan sosial yang tengah ia hadapi.
Mendapat "senggolan" balik dari Bro Ron, Bobon Santoso seperti menarik diri dari potensi keributan yang lebih panjang di media sosial. Ia membalas dengan nada yang seolah ingin menyudahi perdebatan, meski tetap terselip sindiran.
"Sorry om gak tertarik ribut di sosmed. mending dipake buat masak keliling indonesia," balas Bobon, merujuk pada aktivitas konten masak besarnya yang sering viral.
Keterlibatan Bobon Santoso dalam masalah ini memicu perdebatan sengit di kalangan warganet.
Sebagian netizen mendukung Bobon karena menganggap Bro Ron terlalu sering tampil dalam berbagai isu kontroversial demi popularitas.
Namun, tak sedikit pula yang membela Bro Ron, mengingat ia sedang memperjuangkan hak gaji karyawan yang terzalimi saat insiden pemukulan terjadi.
![Waketum PSI Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron usai bertemu Presiden ke-7 Jokowi, Rabu (8/10/2025). [Suara.com/Ari Welianto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/08/11586-waketum-psi-ronald-aristone-sinaga-atau-bro-ron.jpg)
Diberitakan sebelumnya, publik dikejutkan dengan kabar pemukulan yang menimpa Bro Ron di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 4 Mei 2026.
Kejadian tersebut berlangsung saat Bro Ron tengah menjalankan perannya mendampingi sejumlah karyawan yang menuntut hak mereka.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.22 WIB. Bro Ron hadir bersama 15 karyawan PT SKS untuk melakukan audiensi ke kantor hukum MPP terkait persoalan gaji yang belum dibayarkan.
"Karena audiensi tidak dapat bertemu dengan pihak MPP selaku orang yang didemo, akhirnya Polsek Metro Menteng berinisiatif untuk mengadakan mediasi di kantor Polsek Metro Menteng," jelas Iptu Erlyn.
Namun, proses mediasi yang seharusnya berjalan tenang justru berubah menjadi kacau. Muncul sekelompok orang tak dikenal yang melakukan intimidasi di tengah proses audiensi yang awalnya kondusif.
"Akibat perbuatan dari sekelompok orang tersebut, situasi menjadi panas dan timbul percekcokan sampai akhirnya korban menerima pukulan dari sekelompok orang tersebut," ujar Erlyn.
Beruntung, petugas kepolisian yang berjaga segera bertindak cepat. "Kemudian petugas melerai korban dan terlapor serta mengamankannya untuk dibawa ke Polsek Metro Menteng guna pemeriksaan lebih lanjut," imbuhnya.