- Kreator konten Jerhemy Owen resmi memulai debut balap profesional pada ajang Mandalika Festival of Speed 2026 di Lombok.
- Owen berkompetisi dalam kategori Radical Time Attack bersama tim Sekuya Evos Racing setelah menjalani serangkaian pelatihan intensif.
- Dalam debutnya, Owen berhasil mencatatkan rekor waktu pribadi terbaik yaitu 1 menit 56 detik di sirkuit tersebut.
Suara.com - Sosok Jerhemy Owen selama ini lebih dikenal publik sebagai kreator konten yang vokal menyuarakan isu lingkungan dan keberlanjutan.
Namun, pemandangan berbeda terlihat di Sirkuit Internasional Mandalika pada awal Mei ini.
Alih-alih mengenakan sepatu bot untuk aksi penanaman pohon, Owen justru tampil gagah dengan baju balap (racing suit) lengkap, siap memacu adrenalin di aspal panas.
Pada 1-3 Mei 2026, Jerhemy Owen resmi memulai debutnya di dunia balap profesional melalui ajang bergengsi Mandalika Festival of Speed (MFOS) 2026.
Tidak sendirian, Owen didampingi oleh pasangannya, Erika Richardo, yang juga memiliki antusiasme tinggi terhadap dunia otomotif. Keduanya bergabung di bawah bendera tim Sekuya Evos Racing.
![Jerhemy Owen mengikuti ajang balap profesional bertajuk Mandalika Festival of Speed (MFOS) 2026 pada 1-3 Mei 2026. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/11/96700-jerhemy-owen.jpg)
Dalam ajang ini, Owen turun di kategori Radical Time Attack.
Berbeda dengan balapan konvensional yang mengadu kecepatan antar pembalap secara langsung di lintasan, kategori ini menantang peserta untuk mencatatkan waktu putaran (lap time) terbaik.
Fokus utamanya adalah presisi, kontrol, dan kecepatan maksimal dalam satu putaran penuh.
Berawal dari Rasa Penasaran di Lintasan Go-Kart
Langkah Owen terjun ke dunia balap profesional bukanlah sebuah keputusan impulsif demi konten semata.
Semua bermula dari hobi bermain go-kart yang awalnya ia anggap sebagai hiburan biasa.
![Jerhemy Owen mengikuti ajang balap profesional bertajuk Mandalika Festival of Speed (MFOS) 2026 pada 1-3 Mei 2026. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/11/91483-jerhemy-owen.jpg)
Berkat dorongan dari Erika, Owen mulai menekuni latihan go-kart secara lebih serius hingga akhirnya merasa tertantang untuk naik kelas ke level profesional.
"Awalnya diajak Erika untuk coba go-kart yang lebih serius. Dari situ mulai latihan terus, sampai akhirnya masuk ke tahap yang lebih profesional," ucap Owen.
Namun, transisi dari go-kart ke mobil balap Radical di sirkuit internasional bukanlah perkara mudah.
Owen menyadari adanya perbedaan teknis yang sangat kontras, mulai dari tenaga kendaraan, kompleksitas lintasan, hingga kekuatan mental yang dibutuhkan.
Demi memberikan performa terbaik, ia menjalani serangkaian pelatihan intensif, meliputi latihan fisik hingga pendalaman teknik racing line, kontrol kendaraan, serta pengambilan keputusan cepat dalam kecepatan tinggi.
Bagi Owen, keselamatan adalah prioritas utama mengingat balap mobil termasuk dalam kategori olahraga ekstrem.
"Enggak bisa dipungkiri ini adalah sport yang ekstrem. Jadi kita harus hati-hati, profesional, dan sangat well-prepared," imbuhnya.
Mencatatkan Rekor Pribadi di Tengah Para Profesional
Meski berstatus sebagai pendatang baru, Owen berkesempatan berbagi lintasan dengan nama-nama berpengalaman seperti Senna Iriawan, Hana Burton, Fandy Adianto, hingga Amara Angelica.
Alih-alih merasa terintimidasi oleh jam terbang para pembalap senior tersebut, Owen justru menjadikan momen ini sebagai sarana belajar dan pengembangan diri.
Hasilnya pun cukup memuaskan. Owen berhasil mencatatkan rekor waktu pribadi (personal best record) di angka 1 menit 56 detik.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi dan latihan keras yang ia jalani membuahkan hasil yang signifikan.
Bagi pria lulusan Teknologi Lingkungan di Belanda ini, terjun ke dunia balap adalah manifestasi dari keberaniannya untuk keluar dari zona nyaman.
Ia melihat profesinya sebagai kreator konten sebagai pintu pembuka untuk mengeksplorasi berbagai hal baru yang sebelumnya terasa mustahil dijangkau.
Sosok Kreator yang Multitalenta
Jerhemy Owen, yang bernaung di bawah manajemen talenta Mantappu Corp, memang dikenal sebagai sosok yang eksploratif.
Sebelum menjajal aspal Mandalika, namanya sudah harum di dunia aktivisme lingkungan.
Melalui proyek #Wenanam pada tahun 2025, ia bekerja sama dengan WWF Indonesia untuk menanam 10.000 pohon di wilayah Papua dan Jawa Barat.
Tak hanya itu, ia juga berperan aktif dalam membangun akses air bersih bagi masyarakat di NTT bersama Plan International.
Keikutsertaannya di Mandalika Festival of Speed 2026 menunjukkan sisi lain dari seorang Jerhemy Owen: seorang pemuda yang tidak hanya peduli pada bumi, tetapi juga memiliki nyali besar untuk menaklukkan tantangan di lintasan balap.
Meski belum memastikan apakah akan sepenuhnya beralih menjadi pembalap profesional, Owen menegaskan bahwa ia akan terus mengeksplorasi rasa penasarannya dengan persiapan yang matang dan penuh tanggung jawab.