- Rachel Vennya dan Niko Al Hakim sepakat menjual rumah di Kemang untuk melunasi utang nafkah anak miliaran rupiah.
- Tunggakan nafkah tersebut terakumulasi sejak tahun 2022 akibat kelalaian Niko dalam memenuhi kewajiban finansial terhadap anak-anak mereka.
- Kedua belah pihak menyepakati pengosongan rumah dilakukan pada Juli 2026 setelah melalui proses negosiasi alot di Jakarta Selatan.
"Itu (terakhir dinafkahi) saya lupa ya, 2022 atau 2023 lah, sudah lumayan lama," ujarnya.
Deadline Pindah Mundur ke Juli 2026

Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan unggahan Rachel Vennya belum lama ini, yang secara mendadak mencari kontrakan untuk adik-adiknya di Jakarta Selatan.
Dalam unggahan tersebut, Rachel menyertakan emoji jari tengah yang ditujukan pada tenggat waktu pindah yang dianggap tidak manusiawi.
Sang pengacara menjelaskan bahwa saat itu Rachel merasa kaget karena baru saja kembali dari Amerika Serikat dan langsung disodorkan proposal sepihak yang meminta rumah dikosongkan pada akhir Mei 2026.
Namun, setelah melalui negosiasi back-to-back dengan pengacara Okin, kesepakatan baru akhirnya tercapai.
"Tadinya memang harusnya akhir bulan Mei ya. Saya enggak sepakat. Akhirnya telah disepakati untuk dapat pengosongan rumah itu di bulan Juli nanti," ucap Sangun.
Dia juga menegaskan bahwa Rachel bukan dalam posisi lemah dalam negosiasi ini. Jika Rachel merasa tidak memiliki daya tawar, dia pasti sudah menyetujui proposal awal Okin yang dinilai merugikan.
Rachel Vennya Berusaha Jaga Wibawa Mantan Suami
![Rachel Vennya dan Okin kembali terlihat mesra. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/08/11/79197-rachel-vennya-dan-niko-al-hakim-alias-okin.jpg)
Meski memiliki celah besar untuk menyeret masalah ini ke ranah pidana maupun perdata, Rachel Vennya memilih jalan damai.
Sangun melihat kliennya sebagai sosok perempuan yang memiliki jiwa besar karena lebih memilih menjaga nama baik ayah dari anak-anaknya daripada mengejar kepuasan pribadi di pengadilan.
"Kalau memang Rachel ini hanya fokus terhadap dirinya, banyak kok langkah hukum yang disediakan undang-undang. Bisa saja mengajukan gugatan ganti rugi imateril atau materil, tapi tidak dia lakukan. Kenapa? Saya melihat Rachel ini malah masih ingin menjaga wibawa Saudara Niko selaku ayah dari anak-anaknya," tutur Aga.
Rachel bahkan disebut tidak peduli dengan berapa harga jual rumah tersebut di pasaran. Baginya, yang terpenting adalah hak anak-anaknya kembali dan utang masa lalu Okin lunas.
"Rachel enggak peduli rumah itu mau dijual berapa. Mau Rp10 miliar, Rp100 miliar sekalipun, Rachel enggak peduli. Yang penting nilai yang nanti dikasihkan ke Rachel sesuai dengan kewajibannya Saudara Niko," lanjutnya.
Ultimatum Soal Hak Asuh Anak
Hilangnya beban cicilan rumah yang kabarnya mencapai Rp50 juta per bulan menjadi poin penting dalam kesepakatan ini.
Dengan terjualnya rumah di Kemang, KPR Okin otomatis lunas, sehingga dia seharusnya memiliki kelonggaran finansial untuk memberikan nafkah bulanan secara rutin ke depannya.
Sangun memberikan peringatan keras bahwa kesepakatan penjualan rumah ini hanya untuk melunasi utang masa lalu, bukan untuk menghapuskan kewajiban nafkah di masa depan.
Jika ke depannya Okin kembali lalai, pihak Rachel tidak akan segan mengambil langkah yang lebih ekstrem.
"Jangan sampai nanti dengan kebaikan hatinya Rachel sudah disepakati ini, nanti ke depannya masih ada masalah. Malah nanti ujung-ujungnya bisa saja kami mengajukan gugatan hak asuh anak. Harapan kami jangan sampai ke situlah," tegas sang kuasa hukum.
Sebagaimana diketahui, hubungan co-parenting Rachel dan Okin yang sempat dipuji netizen mulai retak sejak Februari 2026.
Masalah ini berawal dari absennya Okin di perlombaan ice skating putrinya, Chava, yang kemudian berbuntut pada aksi saling sindir antara Rachel dengan kekasih baru Okin, Ananda Zhafira.
Konflik memuncak saat Rachel membongkar masalah aset di media sosial pada awal April 2026.
Sang selebgram menyebut tidak mendapatkan harta gana-gini yang adil, termasuk mobil Alphard yang BPKB-nya diduga digadaikan serta tanah di Bali yang ternyata berstatus green zone (zona hijau yang tidak bisa dibangun).
Okin sempat membantah tudingan tersebut dan menyebut Rachel tengah melakukan drama di media sosial, sebelum akhirnya mereka sepakat menyelesaikan masalah lewat penjualan rumah di kawasan Kemang tersebut.