- Tersangka pelecehan seksual bernama asli Ahmed Abdel Wakeel telah ditangkap polisi di Mesir pada 12 Mei 2026.
- Pelaku yang terbukti bukan seorang hafidz ini sedang dalam proses pemulangan ke Indonesia untuk menjalani proses hukum.
- Tersangka melakukan pelecehan dengan modus menjanjikan beasiswa pendidikan Mesir serta memanipulasi ajaran agama kepada para korban.
Suara.com - Syekh Ahmad Al Misry, tersangka kasus pelecehan seksual yang kini menjadi buron, akhirnya ditangkap. Lelaki yang ternyata bernama asli Ahmed Abdel Wakeel ini ditangkap polisi di Mesir.
Informasi penangkapan ini dibagikan Hanny Kristianto, sosok yang mengawal kasus tersebut.
Hanny Kristianto mengonfirmasi bahwa tersangka kini sedang dalam proses pengawalan untuk dibawa kembali ke Indonesia.
"Sudah ditangkap polisi di Mesir," kata Hanny Kristianto di Instagram pada Selasa, 12 Mei 2026.
Hanny Kristianto juga menyebut Syekh Ahmad Al Misry ternyata bukan Hafidz Qur'an.
"Di Mesir hanya warga biasa [ulama palsu]," ucapnya.
Terkait proses hukum selanjutnya, Hanny Kristianto berharap pelaku diberikan hukuman setimpal atas perbuatannya.
Ia bahkan mendesak agar aset milik tersangka disita untuk kepentingan ganti rugi bagi para korban.
"Terapkan Hukuman Mati, tutup, sita, jual semua aset. Termasuk pondok tempat terjadinya kejahatan, untuk ganti materi rusaknya masa depan para korban dan santri-santri lainnya!" tegas Hanny Kristianto.
Hanny Kristianto juga berharap agar predator seksual lain ikut diadili.
"Buronan selanjutnya: @_prabu_yudistira / Fauzan /Sopyan Amsauri (pelaku sodomi 17 santri laki² di Ciawi)," ucapnya.
Sebagai informasi, kasus Syekh Ahmad Al Misry menggemparkan warganet. Bagaimana tidak, ia melakukan pelecehan seksual dengan iming-iming beasiswa ke Mesir.
Bukan hanya itu, Syekh Ahmad Al Misry juga membawa-bawa kisah Nabi Muhammad serta Imam Syafi'i.
"(kata Syekh Ahmad Al Misry ke korban)'Rasulullah saja melakukan hal ini dengan Ali bin Abi Thalib," kata Ustaz Abi Makki sambil menangis, bercerita perbuatan keji Syekh Ahmad Al Misry.
"(Ucapan) Itu yang membuat kami tidak bisa menerimanya, imbuhnya.