Tolak Kebiri Kiai Ashari, Sikap Komnas Perempuan Tuai Amarah Publik: Korban di Mana?

Ferry Noviandi, Tiara Rosana

Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:39 WIB
Tolak Kebiri Kiai Ashari, Sikap Komnas Perempuan Tuai Amarah Publik: Korban di Mana?
Komnas Perempuan yang menolak hukuman kebiri untuk Kiai Ashari mendapat banyak hujatan dari warganet. [Instagram]
baca 10 detik
  • Komnas Perempuan menolak hukuman kebiri bagi tersangka pencabulan santriwati di Pati karena dianggap melanggar hak asasi manusia.
  • Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor, mengusulkan rehabilitasi sebagai hukuman alternatif yang lebih manusiawi bagi pelaku kejahatan seksual.
  • Pernyataan tersebut memicu kemarahan publik di media sosial karena dianggap tidak berempati terhadap puluhan korban perempuan tersebut.

Suara.com - Pernyataan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan yang menolak hukuman kebiri bagi Kiai Ashari, tersangka pencabulan terhadap puluhan santriwati di Pati, Jawa Tengah, memicu gelombang kemarahan di media sosial. 

Sikap Komnas Perempuan yang mengedepankan hak asasi manusia (HAM) dan martabat pelaku justru dianggap melukai rasa keadilan publik, terutama para korban dan keluarganya.

Polemik ini bermula dari unggahan akun Instagram @jogjastudent yang mengutip berita yang beredar di media.

Dalam berita tersebut, Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor, menyatakan bahwa hukuman kebiri bertentangan dengan HAM. 

Dia mendorong adanya hukuman yang lebih manusiawi, seperti rehabilitasi, untuk mengubah pola pikir predator tanpa menghilangkan martabat kemanusiaan pelaku.

"Komnas Perempuan berpendapat sebaiknya tidak dengan kebiri, karena hal itu bersentuhan dengan isu HAM. Ada cara penghukuman lain yang tetap tegas namun tetap menghormati martabat manusia," kata Maria dalam kutipan berita yang diunggah pada Selasa, 12 Mei 2026.

Pernyataan tersebut langsung diserbu oleh ribuan komentar warganet yang menyayangkan sikap Komnas Perempuan. 

Sebagian besar dari mereka menilai lembaga tersebut lebih berpihak pada pelaku daripada puluhan korban perempuan yang masa depannya telah dirusak.

Salah satu sentimen utama yang muncul adalah pertanyaan mengenai keberpihakan.

baca juga

Warganet mempertanyakan mengapa empati dan HAM seolah hanya berlaku untuk pelaku kejahatan. 

"Yang lebih manusiawi ketika kita membela dan berempati kepada para korban, bukan kepada pelaku kejahatan," tulis akun @n.af*** dalam kolom komentar.

Kritik tajam juga datang dari pengguna lain yang membandingkan hak pelaku dengan penderitaan korban. 

"Ketika pelaku menjalankan kejahatannya apa pernah berpikir tentang HAM korban?" tanya akun @rd_*** menyuarakan kegeraman banyak orang.

Banyak warganet yang merasa Komnas Perempuan telah gagal menjalankan fungsinya sebagai pelindung hak-hak perempuan.

Mereka menuduh lembaga tersebut justru lebih peduli pada kondisi pelaku dibanding nasib 50 santriwati yang menjadi korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Modus Licik Oknum Ulama Nikahi Banyak Perempuan: Pakai Dalil Palsu hingga Hamil Kembar

Modus Licik Oknum Ulama Nikahi Banyak Perempuan: Pakai Dalil Palsu hingga Hamil Kembar

Entertainment | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:51 WIB

Bukan Minta Maaf, Juri LCC MPR RI Malah Unggah Status Menantang Publik

Bukan Minta Maaf, Juri LCC MPR RI Malah Unggah Status Menantang Publik

Video | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:49 WIB

Viral Delapan Siswa SMK 1 Polewali Keroyok Satpam karena Tak Terima Ditegur Merokok

Viral Delapan Siswa SMK 1 Polewali Keroyok Satpam karena Tak Terima Ditegur Merokok

Entertainment | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:22 WIB

Ibu Merantau demi Nafkah, Ayah Kandung di Lampung Tega Cabuli Putri Sendiri

Ibu Merantau demi Nafkah, Ayah Kandung di Lampung Tega Cabuli Putri Sendiri

Entertainment | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:14 WIB

Viral Kepergok Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Minta Maaf: Saya Khilaf

Viral Kepergok Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Minta Maaf: Saya Khilaf

Entertainment | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:54 WIB

Final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Diulang, Netizen Minta Poin Kontroversial Dianulir

Final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Diulang, Netizen Minta Poin Kontroversial Dianulir

Entertainment | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:25 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×