Film Pesta Babi: Hutan Mereka Diambil, Seolah Papua adalah Tanah Tak Bertuan

Ferry Noviandi, Rena Pangesti

Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:42 WIB
Film Pesta Babi: Hutan Mereka Diambil, Seolah Papua adalah Tanah Tak Bertuan
Film Pesta Babi mengungkap eksploitasi tanah Papua oleh para penguasa. Film karya Dandhy Laksono ini tengah viral karena dilarang penayangannya di beberapa tempat. [YouTube/Pesta Babi]
baca 10 detik
  • Pemerintah membuka proyek perkebunan seluas 2,5 juta hektar di Papua yang mengancam hutan warisan leluhur masyarakat setempat.
  • Masyarakat Papua melakukan perlawanan terhadap pembabatan hutan menggunakan simbol salib merah serta ritual adat pesta babi.
  • Film dokumenter garapan Dandhy Laksono dan Cypri Dale menyoroti dampak hilangnya ruang hidup serta intimidasi terhadap warga Papua.

Suara.com - "Kami sebagai masyarakat setempat tidak tahu. Kaget pagi-pagi kapal sudah ada di pelabuhan kami," kata Yasinta, perempuan dari Distrik Ilwayab di Tanah Papua dalam cuplikan film Pesta Babi.

Ya, film Pesta Babi menyoroti perjuangan masyarakat Papua dalam mempertahankan tanah warisan leluhur. 

Tapi kemudian, pemerintah membuat proyek raksasa dengan membabat 2,5 juta hektar hutan Papua.

Tujuannya? Untuk perkebunan kelapa sawit sebagai bahan biodiesel, tebu yang menjadi bahan bioetanol serta sawah.

Rakyat Papua melawan pembabatan hutan yang menjadi rumah hingga tempat mereka mencari makan.

Singkatnya, sebagai simbol perlawanan, masyarakat Papua mendirikan salib merah di berbagai area hutan.

Ini sebagai tanda bahwa tanah Papua adalah milik mereka.

Pesta babi pun diadakan, sebagai ritual adat. Tujuan awal sebenarnya adalah untuk meredam konflik.

Pesta babi di sini juga menjadi perlawanan. Di mana jika hutan dibabat, babi dan hewan lain tidak memiliki tempat tinggal.

baca juga

Maka jika mereka tidak ada, kehidupan pun akan punah. Sebab tidak ada lagi perputaran rantai makanan, termasuk pada manusia.

Tapi, film Pesta Babi yang digarap Dandhy Laksono dan Cypri Dale tidak sesederhana sinopsis cerita.

Petikan trailer film dokumenter Pesta Babi [YouTube/Indonesia Baru]
Petikan trailer film dokumenter Pesta Babi. [YouTube/Indonesia Baru]

Saat saya menyaksikan film ini, dada terasa sesak. Melihat tim Watch Dog dan Ekspedisi Indonesia merekam perlawanan masyarakat Papua.

Setiap perlawanan di berbagai distrik Papua, diwakili satu cerita dari seseorang. 

Misalnya, Yasinta dari distrik Ilwayab. Sehari-harinya, perempuan ini merupakan petani sayur.

Ia berkebun, menjualnya untuk mendapatkan uang dan membeli barang kebutuhan.

Tapi tiba-tiba, ribuan alat berat datang dan mengagetkannya.

"Kami sebagai masyarakat setempat tidak tahu. Kaget pagi-pagi kapal sudah ada di pelabuhan kami," kata Yasinta.

Beda cerita dengan Vincent dari distrik Jagebob. Hutannya dibabat untuk markas TNI.

Sebab, pembabatan juga diawasi ribuan TNI yang berjaga. Masyarakat, bukannya merasa aman tapi was-was.

"Kalau satu kampung begini tidak bisa aman. Kita punya orang ini ya dianiaya, dipukul," ucap seorang perempuan dalam film tersebut.

Cerita miris lain hadir dari Franky Woro dari suku Awyu. Hutan mereka dikuasi untuk perkebunan lahan kelapa sawit.

Padahal, Hutan ini adalah supermarket bagi suku Awyu. Juga lumbung pangan atau bank untuk menyimpan deposito kekayaan alam. 

"Kayu-kayu ini kita bisa gunakan untuk kerja (bikin) perahu, kulit dan getahnya itu kita pakai untuk panah-panah ini," ujar Franky.

Karena itu, Franky Woro bersama sejumlah orang menandai pohon-pohon dengan cat merah.

Mereka juga mendirikan salib-salib berukuran besar sebagai tanda, hutan itu adalah milik orang Papua.

Perlawanan mereka dihalau, ada yang mendapat intimidasi. Meminta agar mereka mencopot salib-salib yang berdiri.

Bahkan dari film tersebut diketahui, satu hektar tanah hanya dihargai Rp300.000. Tapi mereka menolak.

Rakyat Papua mempertahankan hutan lewat cat merah dan salib, sementara musuh mereka adalah alat-alat berat.

Belum lagi, orang-orang yang memiliki kuasa atas izin pembabatan hutan.

"Lawan sebesar inilah yang sedang dihadapi Yasinta di Kampung Wanam, Merauke, atau petani perempuan lain seperti Enrika Gebze," demikian ucapan narator dalam film Pesta Babi.

Seorang warga juga berucap, apa artinya hidup di Indonesia. Sebab, negara pun tak melindungi mereka.

Orang-orang itu datang untuk membabat hutan, seolah Papua tanah tak bertuan.

"Percuma hidup di bawah naungan merah putih, tapi tidak melindungi kami," kata seorang warga.

Selain dari sisi perjuangan rakyat Papua, film ini juga membuka keterlibatan sejumlah pengusaha. 

Salah satu yang tersohor adalah nama Haji Islam. Tapi, pengusaha asal Kalimantan itu adalah satu dari beberapa nama yang disebut dalam film Pesta Babi.

Sebagai penutup, masyarakat menggelar pesta babi. Ritual ini tidak bisa sembarangan dilakukan.

"Babi-babi ini tidak dipelihara di kandang. Setelah diberi nama, mereka dilepas liarkan di hutan sejak kecil," ucap narator.

"Sepuluh tahun kemudian, jika tiba saatnya pesta, para pemburu akan mencari mereka di dalam 479 hektar hutan milik Marga Kimko," imbuhnya.

Adanya Pesta Babi juga sebagai persiapan diri untuk konsolidasi.

Sebab mereka yang datang bukan lagi tentara seperti operasi militer Papua 1984, tapi juga juga alat-alat berat bersama para pebisnis pangan dan energi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Pesta Para Babi Pembangunan': Lagu Hip-Hop dari Pari Kesit yang Bikin Penguasa Kepanasan

'Pesta Para Babi Pembangunan': Lagu Hip-Hop dari Pari Kesit yang Bikin Penguasa Kepanasan

Entertainment | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:27 WIB

'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat

'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:25 WIB

Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:22 WIB

Siapa Aktor Di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi?

Siapa Aktor Di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi?

Liks | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:33 WIB

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Soal Pembubaran Nobar 'Pesta Babi', TB Hasanuddin: Tidak Ada Bukti Film Itu Melanggar UU

Soal Pembubaran Nobar 'Pesta Babi', TB Hasanuddin: Tidak Ada Bukti Film Itu Melanggar UU

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:42 WIB

Terkini

Merawat Budaya, Menggerakkan Ekonomi: Perjalanan Kemiren Bersama Astra

Merawat Budaya, Menggerakkan Ekonomi: Perjalanan Kemiren Bersama Astra

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:16 WIB

BNPB Instruksikan 8 Langkah Penanganan Gempa M 7,7 di NTT

BNPB Instruksikan 8 Langkah Penanganan Gempa M 7,7 di NTT

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:16 WIB

BRI Peduli Hadir untuk Korban Gempa Flores, Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan

BRI Peduli Hadir untuk Korban Gempa Flores, Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan

Bekaci | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:15 WIB

BRI Peduli Respons Cepat Gempa Flores, Bantuan Disalurkan ke Maumere dan Mbay

BRI Peduli Respons Cepat Gempa Flores, Bantuan Disalurkan ke Maumere dan Mbay

Surakarta | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:13 WIB

Persebaya vs Penang FC Jadi Ajang Rotasi Pemain, Apa Target Bernardo Tavares?

Persebaya vs Penang FC Jadi Ajang Rotasi Pemain, Apa Target Bernardo Tavares?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Bantu Warga Terdampak Gempa Flores, Relawan BRI Peduli Salurkan Kebutuhan Pokok

Bantu Warga Terdampak Gempa Flores, Relawan BRI Peduli Salurkan Kebutuhan Pokok

Malang | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:03 WIB

Gempa Guncang Flores, BRI Peduli Sigap Bantu Warga dan Dukung Pemulihan Pascabencana

Gempa Guncang Flores, BRI Peduli Sigap Bantu Warga dan Dukung Pemulihan Pascabencana

Jatim | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Novel Celebrity Wedding, Pernikahan Kontrak Antara Akuntan Publik dan Musisi

Novel Celebrity Wedding, Pernikahan Kontrak Antara Akuntan Publik dan Musisi

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:00 WIB

SBY Minta Maaf, Ungkap Alasan Absen Upacara HUT RI ke-81

SBY Minta Maaf, Ungkap Alasan Absen Upacara HUT RI ke-81

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:59 WIB

BRI Peduli Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi Flores NTT

BRI Peduli Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi Flores NTT

Bogor | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:57 WIB

×