- Acha Septriasa mengingatkan bahwa memendam masalah dan melakukan silent treatment dalam pernikahan bisa menjadi bom waktu yang merusak hubungan.
- Pasangan harus jujur mengenai luka masa lalu sejak awal dan mendeteksi tanda-tanda hubungan toksik (red flags) demi mencari jalan keluar bersama.
- Bertahan di pernikahan toksik demi anak tidak selalu benar, karena berpisah terkadang justru menyelamatkan cara pandang anak tentang hubungan yang sehat.
Suara.com - Acha Septriasa berbagi pandangannya soal dinamika pernikahan dan hubungan toksik saat mempromosikan film Suamiku Lukaku.
Saat berkunjung ke kantor Suara.com di Palmerah, Jakarta Barat, Senin, 18 Mei 2026, Acha banyak menyinggung soal komunikasi dalam hubungan, luka masa lalu pasangan, hingga alasan banyak orang bertahan di pernikahan yang tidak sehat.
Menurut aktris 36 tahun tersebut, hubungan rumah tangga yang tampak baik di awal bisa berubah menjadi toksik ketika masalah terus dipendam tanpa diselesaikan.
"Permasalahan yang nggak diselesaikan dengan baik atau unresolved problems itu kalau diemin aja atau di-silent treatment-in lama-lama bisa menjadi bom waktu," kata Acha Septriasa.
![Acha Septriasa dalam perilisan trailer film 'Air Mata Mualaf' di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 27 Oktober 2025. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/27/38196-acha-septriasa.jpg)
Bintang film Heart tersebut menilai setiap pasangan sebenarnya datang ke hubungan dengan niat baik. Namun, banyak orang gagal membicarakan luka atau trauma masa lalu secara jujur sejak awal.
"Menurut aku harusnya dua-dua manusia, mau punya background luka seperti apa di masa lalu, mereka harus memaksa untuk just put everything on the table. Harus jujur sama satu sama lain," bebernya.
Acha mengatakan penting bagi pasangan untuk mengenali tanda-tanda hubungan tidak sehat sedini mungkin. Hal itu pula yang menurutnya ingin disampaikan lewat film Suamiku Lukaku.
"Kalau misalnya kalian ada di posisi baru mengalami symptoms toxic relationship, kalau awal didetect kan kalian bisa tahu sebenarnya jalan keluarnya apa," tutur sang aktris.
Ibu satu anak tersebut juga menilai hubungan toxic sebenarnya masih bisa diselamatkan apabila kedua pihak sama-sama mau memperbaiki diri dan terbuka mencari bantuan.
"Kalau menurutku sebenarnya semua itu bisa dibicarakan ya. Nggak ada hubungan suami istri yang dari awal menginginkan hal-hal negatif seperti itu. Pasti semuanya tujuannya untuk bersama-sama baik," ucap Acha.
Selain komunikasi, Acha juga menyoroti alasan banyak orang bertahan di pernikahan yang sudah tidak sehat, salah satunya karena anak.
Padahal menurut Acha, keputusan keluar dari hubungan toxic tidak selalu berarti kegagalan. Ada situasi tertentu ketika seseorang justru sedang menyelamatkan anaknya dari lingkungan yang tidak aman.
"Kalau kita gagal dalam pernikahan seolah-olah kita dicap sebagai manusia yang gagal di seluruh kehidupan kita," ujarnya.
"Kadang kita harus melihat dari sudut pandang lain bahwa kita sedang menyelamatkan cara pandang anak mengenai relationship yang baik itu seperti apa," tambah Acha.
Acha memahami keputusan berpisah memang bukan perkara mudah bagi orangtua. Terlebih ketika ada anak yang harus dipikirkan masa depannya.
"Anak itu precious banget buat orangtuanya. Jadi aku rasa itu memang jadi salah satu hal yang menghambat seorang korban keluar dari hubungan yang nggak sehat," katanya.
Meski begitu, Acha menegaskan semua keputusan tetap kembali kepada masing-masing individu dan kondisi yang mereka hadapi di dalam rumah tangga.
"Semua pilihan sebenarnya ada di tangan korban, ada di tangan semua perempuan, ada di tangan semua laki-laki. Tapi ya tergantung kalau kalian memang benar-benar ada di tempat yang tidak aman," tutur Acha.
![Acha Septriasa [instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/09/98431-acha-septriasa.jpg)
Dalam kesempatan yang sama, Acha juga mengingatkan pentingnya mengenali red flag pasangan sejak masih pacaran atau baru memasuki hubungan serius.
Menurutnya, banyak orang baru menyadari hubungan toxic setelah semuanya terlambat.
"Kalau misalnya kita enggak tahu pasangan kita ya memang hidup kita bisa amburadul banget. Jadi penting buat belajar detect red flags dari awal," imbuhnya.
Pernyataan Acha soal hubungan dan pernikahan ini langsung menarik perhatian publik, mengingat kehidupan pribadinya sendiri sempat menjadi sorotan setelah resmi bercerai dari Vicky Kharisma pada 2025 lalu.
Meski begitu, Acha tidak secara spesifik membahas rumah tangganya. Dia lebih fokus menyampaikan pesan bahwa hubungan sehat harus dibangun lewat komunikasi, keterbukaan, dan rasa aman satu sama lain.